Selamat Membaca..
Senin pagi datang dengan langit sedikit mendung, tapi udara tetap segar. Mobil hitam berhenti pelan di depan gerbang sekolah seperti biasa.
Christy dan Chika turun. Chika l
menggandeng tangan Christy membisik “sayang...”
"Hmm? Kenapa?"tanya christy
"Gapapa, cuma.. keinget muka kamu pas semalam"gumam chika menggoda
Christy langsung memerah. Ia menarik tangannya pelan sambil celingukan memastikan nggak ada yang dengar. “Kak… jangan gitu…”
Chika cuma tertawa pelan, lalu mendekat lagi. “Tapi muka kamu lucu banget tiap aku sebut ‘semalam’. Merahnya kayak tomat.”
Christy menunduk, pura-pura membetulkan ujung rok seragamnya. “Kak chika jangan godain gitu deh…”
Chika membelai pipi adiknya pelan “Aku nggak godain sayang. Aku cuma ngingetin seksinya kamu waktu manggil aku terus minta—”
“Kak!” Christy buru-buru menutup mulut Chika dengan telapak tangannya, wajahnya makin merah. “Jangan lanjutin!”
Chika menahan tawa, matanya berbinar penuh sayang. “Oke, oke… aku tahan. Tapi nanti pas pulang, aku cerita lagi ya. Biar dedek malu-malu terus kayak gini.”
Christy menutup wajah dengan kedua tangan, tapi senyum kecilnya tetap nggak bisa disembunyiin.
Saat itu suara Marsha terdengar dari arah gerbang. “ toyyyy, Hai toy!!”
Christy langsung berdiri tegak, berusaha menetralkan wajahnya yang masih memanas. “Hai Meng!” sahutnya dengan nada agak panik.
Marsha mendekat . “Kamu kenapa, mukamu merah banget?”
Chika nyaut duluan sambil nyengir. “Abis keinget sesuatu yang bikin deg-degan.”
Christy buru-buru nyeletuk, “Kakaaaak…” sambil mencubit pelan lengan kakaknya, tapi matanya masih nggak berani menatap Marsha.
Chika hanya tertawa kecil, lalu mencolek hidung Christy. “Udah sana, masuk kelas dulu. Jangan mikirin aku terus.”
Christy ngambek manja. “Aku tuh nggak mikirin—eh, maksudnya…”
“Udah, ngaku aja,” goda Chika, sambil mengedip pelan dan membelai rambut Christy singkat.
Christy akhirnya lari kecil ke arah Marsha, wajahnya udah kayak kepiting rebus.
Marsha cuma bisa melongo dan nahan ketawa. “eh kemana semalam pas kak chika jemput kamu dari rumah aku? …”
Christy hampir tersedak udara sendiri waktu denger pertanyaan Marsha. Langkahnya langsung melambat, dan matanya membulat, panik.
“E-eh? Hah? Nggak... nggak ke mana-mana kok…” jawabnya cepat, terlalu cepat malah.
Marsha melipat tangan di dada, alisnya naik curiga. “Masa sih? Muka kamu tuh nggak bisa bohong, Toy. Apalagi sekarang, merah banget! Nih pipi kayak habis disetrika cinta.”
Christy makin salah tingkah, tangannya buru-buru menutupi pipi. “Beneran… cuma jalan bentar doang…”
Marsha nyengir makin lebar. “Cuma jalan? Tapi kenapa sekarang kamu kayak Pegel-pegel gitu.”
“Meng!!” Christy langsung nepuk lengan Marsha, matanya membulat malu banget. “Kamu jangan asal ngomong deh!
“Lah, aku nggak ngomong apa-apa. Kamu sendiri yang mikirnya ke mana-mana,” jawab Marsha santai, sok polos.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
