Selamat Membaca...
Christy berpikir sejenak, lalu tersenyum iseng. “Hmm… kalau disayang-sayang?”
Mata Chika langsung berbinar
kepalanya menoleh cepat ke arah Christy. “Mau! Mau!..” sahutnya penuh semangat, seakan-akan tenaganya langsung kembali.
Christy tertawa kecil, lalu merentangkan tangannya.
“Yaudah, sini...”
Tanpa pikir panjang, Chika langsung naik ke pangkuan Christy, seperti anak kucing kecil yang mencari kehangatan induknya.
Ia menggeliat sedikit, mendekat dengan manja, lalu membenamkan wajahnya di dada Christy, seolah-olah ingin menyusu.
"Hmm… enak…" gumamnya pelan, matanya setengah terpejam, bibirnya sedikit mengerucut seperti anak kucing yang merengek minta dimanja.
Christy terkekeh, merasa gemas dengan tingkah kakaknya yang kelewat manja. "Ya ampun, Kak Chika… kayak bayi kucing tau, nggak?."
Chika menggumam pelan tanpa mengangkat kepalanya. "Ihh… bukan bayi kucing, bayi kamu!" ujarnya dengan suara manja.
Christy menaikkan alisnya, senyumnya semakin melebar. "Sejak kapan aku punya bayi? Aku kan belum nikah."
Chika langsung mengangkat kepalanya dengan ekspresi merajuk. "Pokoknya aku bayi kamu!"
Christy masih tertawa kecil, mengusap kepala Chika dengan lembut. "Kak Chika tuh bayi kucing."
Mendengar itu, Chika langsung beranjak dari pangkuan Christy dengan wajah cemberut. "Ih, udah ah!"
Christy yang masih senyum-senyum jahil langsung menarik tangan Chika kembali, menahan kakaknya agar tidak pergi. "Eh iya, iya… bayi aku kok," ujarnya cepat, matanya berbinar menggoda.
Chika mendelik kecil, tapi Christy malah menariknya lebih dekat dan menepuk-nepuk punggungnya lembut. "Bayi gemes aku ini."
Chika hanya bisa mendengus kecil, tapi akhirnya menyerah dan kembali menyender pada Christy. Pipinya sedikit memerah, tapi ia tidak bisa menutupi senyum kecil yang muncul di bibirnya.
Christy tersenyum lembut, tangannya terangkat untuk mengusap punggung Chika dengan gerakan pelan dan menenangkan. “Kak Chika ni… manja banget..”
Chika hanya mendengus puas, semakin menenggelamkan wajahnya ke dada Christy. “Biarin… dipeluk kamu tuh lebih ampuh daripada istirahat atau makan…” gumamnya dengan suara lelah tapi bahagia.
Christy terkekeh kecil, lalu mengeratkan pelukannya, membiarkan Chika menikmati momen manjanya setelah seharian kelelahan.
Sesekali jemarinya mengusap lembut rambut kakaknya, menyisir helai-helai lembut itu dengan sayang.
“Enak, Kak?” tanya Christy pelan.
Chika mengangguk kecil tanpa mengangkat kepalanya. “Hmm… enak banget… kayak surga…” desahnya puas.
Chika semakin merapatkan tubuhnya, tangannya melingkar erat di pinggang Christy. “Gini aja terus, jangan lepas…” bisiknya dengan suara nyaris mengantuk.
Christy menghela napas kecil, lalu kembali membelai rambut Chika dengan penuh kasih sayang.
Chika menggumam pelan, lalu tiba-tiba berkata dengan suara lemah..
“dedek kenapa wangi terus?”
Christy tertawa kecil. “Ya iyalah, aku kan rajin mandi. Kak Chika tuh yang bau keringet…” godanya sambil mengusap-usapkan hidungnya di rambut Chika.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
