Bab 49

1.3K 144 18
                                        

Happy Reading..
























Di Kelas Chika

Chika masuk ke kelas dengan langkah ringan, meskipun ada sedikit perasaan aneh yang masih tersisa dari kejadian di lapangan tadi. Ia mencoba menepisnya-Christy pasti hanya lelah.

Setelah duduk, ia mengeluarkan bukunya, bersiap mengikuti pelajaran.

Namun, pikirannya tetap berputar-putar pada adiknya.

Biasanya, Christy selalu merespons perhatiannya dengan sayang, atau minimal menggerutu malu saat digoda.

Tapi tadi, Christy hanya menjawab seperlunya, seolah ingin mengakhiri percakapan secepat mungkin.

Adel yang duduk di sebelahnya menatapnya curiga. "Lo kenapa, dah, chik? Diem-diem bae."

Chika tersenyum kecil, menepis pikirannya. "Gapapa Dell"

Olla menoleh dari depan. "Yakin? Biasanya lo nggak bisa duduk anteng gini."

Chika terkekeh pelan, mencoba terlihat santai. "Lagi santai aja."

Mereka tidak bertanya lebih jauh karena guru sudah masuk. Chika mencoba fokus, menulis catatan, tapi pikirannya tetap melayang.

Saat jam istirahat tiba, Chika langsung mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Christy.

Chika: Dimana, sayang? Udah makan belum?

Pesan terkirim, tapi tidak langsung dibalas.

Chika menunggu, menggigit ujung sedotan minumannya dengan sedikit tidak sabar. Biasanya, Christy cepat merespons kalau ia yang menghubungi.

Beberapa menit kemudian, ponselnya akhirnya bergetar.

Christy : kantin.

Hanya satu kata. Singkat.

Chika mengerutkan kening. Christy biasanya selalu membalas dengan lebih banyak kata, atau setidaknya menambahkan emoji kecil. Tapi mungkin memang dia sibuk.

Ia mengetik lagi.

Chika: "Nanti pulang bareng ya?"

Balasan datang lebih lambat dari biasanya.

Christy: "Aku ada urusan, Kak. Pulang duluan aja."

Chika menatap layar ponselnya, ekspresinya berubah.

Ada urusan? Biasanya, kalau Christy sibuk, dia akan memberi tahu dengan jelas-latihan OSIS, rapat, atau tugas kelompok.

Tapi kali ini, jawabannya terasa terlalu singkat, terlalu dingin.

Jari-jarinya sempat bergerak mengetik balasan, tapi ia berhenti. Ada sesuatu yang terasa salah.

Ia menarik napas pelan, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mungkin memang ada urusan penting...

Tapi meskipun ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, perasaan tidak enak itu tetap ada, menempel di hatinya seperti bayangan yang enggan pergi.









Di Kantin

Suasana kantin dipenuhi suara obrolan dan tawa siswa yang menikmati waktu istirahat.

Di salah satu meja, Christy duduk bersama Zee, Marsha, Kathrin, dan Jessi.

Sementara di meja lain, Chika bersama Olla, Adel, Oniel, dan Flora.

Namun, perhatian Chika tidak ada di meja teman-temannya. Matanya terus mengikuti Christy.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang