Bab 17

2.7K 184 3
                                        

Happy Reading...





























Waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi namun shani dan gracio masi terjaga.

cio menarik selimut menutupi tubuh chika yang sudah terlelap. "Maafin papa ya.." Gumam gracio mengecup singkat dahi chika. Gracio merasa bersalah karna telah membuat putrinya itu menangis

Satu jam yang lalu shani menyuruh Chika tidur namun ia menolak, walaupun sudah di bujuk berkali kali chika tetap kekeuh ingin ikut menjaga Christy semalaman. Cio yang sudah geram mendengar rengekan chika langsung meninggikan nada bicara. Akhirnya gadis itu tidur dengan pipi yang sembab

"Chika hatinya lagi sensitif, kamu jangan bentak-bentak kayak tadi." Tegur shani

"Iya maaf, tapi biasanya aku bentak anaknya ngelawan tapi kok ini malah nangis ya.."

"Ya beda lah mas, sekarang dia sedih karna dedeknya sakit jadi apa2 gampang mewek"jelas Shani

"Hatinya cair ya kalo soal dedek"ucap gracio

"Banget!



















•••
08.47am

Pagi hari chika terusik karna suara obrolan yang terdengar nyaring di telinganya. Hal pertama yang ia lihat keluarganya sedang kumpul di dekat brankar, dan Christy yang tengah makan ditemani oleh shanju

 Hal pertama yang ia lihat keluarganya sedang kumpul di dekat brankar, dan Christy yang tengah makan ditemani oleh shanju

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah Gracio memberi kabar tentang kondisi Christy, Jojo dan Shanju segera memesan tiket dan terbang malam itu juga. Mereka tiba di Jakarta sekitar pukul tiga pagi, sementara Christy baru siuman dua jam setelahnya.

Chika tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat melihat adiknya membuka mata. Senyuman lembut yang terukir di wajah Christy pagi itu sudah cukup menjadi bukti bahwa kondisinya mulai membaik. Namun, begitu matanya menangkap sosok Gracio di sudut ruangan, hatinya kembali terasa sendu.

"Kachika..." panggil Christy dengan suara lemah.

Tak ingin air matanya terlihat, Chika buru-buru berlari masuk ke kamar mandi tanpa berkata apa-apa.

"Kachika kenapa?" tanya Christy bingung, menatap ke arah pintu kamar mandi yang baru saja tertutup.

"Kebelet kali, Dek," jawab Zean, mencoba mencairkan suasana.

Tak lama, suara shower terdengar dari dalam kamar mandi, menandakan Chika mencoba menenangkan diri di bawah aliran air.

"Kakaknya lagi bersih-bersih," ujar Shanju sambil tersenyum, lalu kembali menyuapi Christy bubur hangat. "Ayo, ini suapan terakhir..."

Christy menelan buburnya, lalu menundukkan kepala. "Kachika nggak seneng ya aku bangun?" suaranya pelan, hampir seperti bisikan.

Mendengar itu, Shani yang sedang membereskan pakaian kotor berhenti sejenak dan menoleh. "Siapa bilang, Dek? Kakakmu itu sedih banget waktu kamu belum siuman," ucap Shani lembut.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang