Bab 22

2.7K 187 49
                                        

Selamat Membaca..
























Di Rumah Gracio

Setelah pulang sekolah, Chika memutuskan untuk tidak langsung mengantar Christy ke rumah Jonathan. Ia memilih membawa adiknya pulang ke rumah Gracio lebih dulu.

"Kangen," katanya singkat dengan nada manja saat Christy bertanya kenapa mereka mampir.

(Author: Ceilah Chik, tiap hari juga ketemu.)
(Chika: Ketemu doang tapi nggak bisa manja-manja, Thor.)

Christy hanya bisa tertawa kecil mendengar alasan kakaknya. Ia memang tidak pernah bisa menolak Chika, apalagi saat kakaknya mulai bersikap manja seperti ini.

Di Kamar Chika

Christy sibuk membereskan lemari pakaian Chika yang terlihat berantakan.

"Gausah diberesin, nanti kamu capek," kata Chika sambil selonjoran di kasur.

"Berantakan gini masa dibiarin?" balas Christy, tetap melipat pakaian satu per satu.

"Iya... tapi aku ajak kamu ke sini bukan buat beres-beres, sayang," rengek Chika, namun Christy tetap fokus dengan pekerjaannya.

15 menit berlalu, semua pakaian sudah tersusun rapi di lemari. Chika yang melihat lemari rapi hanya bisa tersenyum puas, meski dalam hati ingin adiknya lebih fokus padanya daripada pada tumpukan baju.

Di Kasur

"Kittii..." panggil Chika, suaranya dibuat manja.

"Iihh..." Chika mulai berguling-guling di kasur, membuat seprainya kusut.

"Aaa... Huhu..." rengeknya lagi, berharap Christy memperhatikannya.

Christy yang baru saja menutup lemari akhirnya mendekat, menatap kakaknya yang bertingkah seperti anak kecil. "Kenapa, sayang? Kenapaaa..." tanyanya lembut, sambil duduk di pinggir kasur.

"Aku dari tadi minta peluk, nggak dipeluk," lirih Chika, memonyongkan bibirnya.

Christy tertawa pelan. "Udah mandi belum?" tanyanya sambil mengelus kepala Chika.

"Belum... males!" balas Chika dengan nada malas.

"Gaboleh peluk sebelum badannya bersih," jawab Christy, suaranya tetap lembut tapi tegas.

"Tapi ak—" sebelum Chika bisa melanjutkan kalimatnya, Christy memotong, "Nanti aku peluk sambil cium kalau udah wangi, bi—"

Belum selesai Christy bicara, Chika sudah meloncat dari kasur, berlari keluar kamar sambil berteriak, "MAMAA! HANDUK KAKAK MANA!"

Beberapa Saat Kemudian

Chika keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan wajah segar. Ia langsung menuju kasur, di mana Christy sudah duduk menunggunya.

Tanpa banyak bicara, Chika merebahkan kepalanya di paha Christy, menikmati belaian lembut di rambutnya.

"Cantik terus sih, Dek?" gumam Chika, matanya menatap wajah adiknya dari bawah.

Christy tersenyum, lalu mencubit hidung Chika gemas. "Ngaca dong, Kak. Kamu itu lebih cantiiiik."

"Ihh, jangan dicubit, sakit idung aku!" protes Chika sambil menyembunyikan wajahnya di perut rata Christy.

"Uduh, duh, maaf ya," Christy mengelus pelan hidung Chika yang tadi dicubit.

Setelah beberapa saat hening, Chika berkata lirih, "Kira-kira Opa marah nggak ya aku bawa kamu ke sini?" Sambil terus memeluk pinggang Christy.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang