Selamat Membaca..
Mereka semua masih berada di kebun binatang, menikmati suasana sore yang mulai meredup.
Chika dan Christy beristirahat sejenak di bangku kayu yang terletak di tepi jalur pejalan kaki. Pepohonan rindang di sekitar mereka memberikan keteduhan
Dengan lembut, lengan kokoh chika menarik pinggang adiknya dengan begitu alami
Jemarinya yang hangat mulai mengusap lembut di sana, menciptakan sensasi yang membuat jantung Christy berdebar tak karuan.
Christy menegang sesaat, sadar betapa intimnya sentuhan Chika. "K-Kak..." bisiknya pelan, tapi tak juga beranjak.
"Hmm?" Chika hanya menanggapi dengan gumaman rendah, jari-jarinya masih bergerak lembut, membentuk lingkaran kecil di pinggang Christy, membuat gadis itu semakin gelisah dalam dekapan kakaknya.
"Kita di tempat umum," lanjut Christy dengan nada setengah berbisik, wajahnya mulai memanas.
Chika justru tersenyum tipis, menikmati bagaimana Christy terlihat malu namun tetap diam dalam genggamannya. "Terus kenapa? Aku cuma memastikan kamu nyaman," ujarnya, kali ini tangannya sedikit menarik Christy agar semakin merapat.
Christy menggigit bibir bawahnya, merasakan sentuhan yang begitu intim dari Chika. Pipinya merona, tapi tubuhnya seakan tak ingin menjauh.
Chika tersenyum penuh arti, lalu menempelkan dagunya di bahu Christy. "Aku suka banget begini, bisa deket sama kamu," bisiknya, suara rendahnya menggetarkan.
Christy kembali tertawa, menggeleng pelan. Namun, tiba-tiba langit mendung semakin gelap, dan butiran air mulai jatuh satu per satu.
"Eh, hujan kak?" Christy menengadah, merasakan tetesan air mengenai wajahnya.
Chika buru-buru berdiri, meraih tangan Christy. "Yuk, kita cari tempat berteduh sebelum makin deras."
Belum sempat mereka melangkah jauh, hujan langsung turun deras, membuat mereka tertawa kecil sambil berlari menuju bangunan terdekat untuk berteduh.
👣
👣
👣
🌧 🌧 🌧
Saat sampai di gazebo..
Sebelum Christy sempat merasakan dinginnya hujan lebih lama, Chika dengan sigap melepas jaketnya dan memasangkannya ke tubuh Christy. Gerakannya lembut, penuh perhatian, seolah memastikan Christy benar-benar terlindungi.
"Kak? Kamu gimana? Kamu nanti kedinginan," ujar Christy khawatir, mencoba menolak jaket itu.
Chika hanya tersenyum tengil, mengusap pelan pipi Christy. "Enggak sayanggg, aku kan kuat," jawabnya santai, meski sebenarnya angin dingin mulai menusuk tubuhnya.
Christy masih terlihat ragu, tapi Chika tak memberinya kesempatan untuk membantah lagi. Ia langsung menarik Christy ke dalam pelukannya, mendekap erat seolah bisa mentransfer kehangatan di antara mereka.
"Nih, aku peluk kamu biar makin anget," bisik Chika lembut.
Christy menggigit bibirnya, merasa hangat bukan hanya karena jaket, tetapi juga karena dekapan kakaknya. "Kak, aku udah pakai jaket. Kamu nanti yang malah kedinginan," gumamnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
