Happy Reading..
Siang itu, di sela waktu istirahat, Dirga menghampiri Christy yang baru saja menyelesaikan tugas OSIS. Dengan langkah santai, ia menepuk ringan bahu Christy.
"Ayo ke perpustakaan. Gue bantuin lo nyari buku buat proposal tadi," tawarnya ramah.
Christy yang memang butuh referensi tambahan mengangguk pelan. "Boleh, kebetulan gue belum selesai," jawabnya sambi l merapikan catatannya.
Mereka baru saja berbelok di koridor menuju perpustakaan ketika suara langkah cepat terdengar di belakang mereka.
Sebelum Christy sempat menoleh, tangan hangat tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya.
"Christy,"
suara lembut yang sangat dikenalnya memanggil, diikuti tarikan pelan yang menghentikan langkahnya.
Chika berdiri di sana, ekspresinya terlihat tenang tapi tatapannya tertuju penuh pada Christy.
Dengan gerakan tanpa banyak kata, ia menarik tangan adiknya ke sisinya, memisahkannya dari Dirga tanpa memberikan penjelasan.
"Ikut aku." ucap Chika singkat, nyaris tanpa memberi Dirga kesempatan untuk menahan mereka.
Christy menoleh ke arah Dirga, merasa sedikit bersalah.
"Nanti gue nyusul," katanya sebelum membiarkan Chika membawanya pergi.
Chika menggenggam tangan Christy erat, membawanya menyusuri lorong sampai mereka tiba di taman belakang sekolah—tempat yang sepi dan jauh dari keramaian.
Begitu tiba di sana, Chika langsung menarik Christy duduk di bangku kayu di bawah pohon besar.
Tanpa memberi ruang bagi Christy untuk bertanya, Chika mendekat, menyandarkan kepalanya di bahu adiknya.
Christy menoleh, heran dengan sikap kakaknya yang tiba-tiba jadi lengket. "Kachika kenapa?" tanyanya pelan.
Bukannya menjawab, Chika justru bergeser lebih dekat lagi, kedua tangannya memeluk pinggang Christy erat.
Ia membenamkan wajah di leher adiknya, membiarkan napas hangatnya menyentuh kulit Christy, membuat adiknya menggeliat kecil karena geli.
"Dedek..." panggilnya lembut, suaranya terdengar seperti rengekan bayi.
Christy mengernyit bingung. "Kenapa, sayang?"
Chika mengeratkan pelukannya, kini wajahnya mulai menggesek-gesekkan hidung di leher Christy seperti anak kecil yang minta perhatian.
Christy menggeliat lagi, perutnya terasa geli karena tingkah manja Chika yang akhir2 ini sudah jarang ia temukan.
"Jangan gitu, Kak... geli," bisik Christy, tapi Chika justru semakin mendusel manja.
"Aku cemburu..." gumam Chika tiba-tiba, suaranya terdengar pelan tapi jelas di telinga Christy.
Christy tersentak kecil. Hanya dua kata, tapi cukup membuatnya mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
