Usul

138 4 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.






Menghujam jantungku By Tompi







Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.











Kamu & Kenangan








Di berikan usul oleh orang lain yang tak pernah bahkan terlintas barang sedetik pun di benak membuat kadang kita terbengong selama beberapa saat.

Mencerna hal yang baru saja terdengar sebelum menelaahnya.

Hal ini juga berlaku bagi Hanna dan juga Gio.



Walau bisa dikatakan dirinya mempunyai pengaruh yang cukup penting di KBS Gio, tak pernah mengunakan privilage nya dalam hal seperti ini.

Jadi jangan salahkan dirinya yang dibuat terkejut usai mendegar penuturan Pak Radi beberapa menit yang lalu.





"Jadi karena saya kira tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi dari ketiga tim jadi alangkah baiknya rapat nya kita tutup sampai di sini. Karena saya masih harus menghadiri rapat yang lain." Pria paruh baya itu berucap santai membuat para peserta yang berada di ruang rapat mulai membereskan barang bawaan mereka sebelum bersiap untuk keluar.





Sebelum titah dari Pak Radi yang baru saja mengecek handphone nya membuat beberapa peserta rapat yang masih tertinggal menatap ke arah dirinya dan perempuan itu yang hendak melangkahkan keluar.






"Untuk Buk Hanna dan Pak Aksara dimohon jangan keluar dulu," kata Pak Radi yang tentu saja membuat beberapa karyawan yang berada di sana langsung bergegas pergi.

"Jangan bilang Pak Radi mau nanya-nanya soal posisi gue yang kegep kegiatan tidak senonoh sama Kak Gio lagi," lirih Hanna.

"Silahkan duduk dulu Buk Hanna," ungkap Pak Radi membuat Hanna mau tidak mau memilih untuk kembali duduk pada kursi di samping supervisor mereka.





Jika di sisi kiri Pak Radi ada dirinya, maka di sisi kanan ada Gio yang tampak sudah duduk dengan lebih santai. Buktinya saja jas yang sejak tadi terkancing sudah terbuka. Membuat Hanna tanpa sadar menafsirkan bahwa Gio bersikap santai akan titah lelaki tersebut.





"Pak Aksara bilang kalau proyek Apartemen udah hampir jadi? Benar kan?" Pak Radi kembali mempertanyakan proyek tersebut kepada Kak Gio yang bahkan sedang meneguk air putihnya.

"Iya Pak," sahut Kak Gio singkat.

"Kalau semisalnya saya meminta tolong Pak Aksara untuk membantu Buk Hanna apakah Pak Aksara keberatan?" Pak Radi meminta persetujuan dari pria itu.





Gio yang mendegar penuturan dari pria yang menjabat sebagai supervisor itu tampak terdiam selama beberapa saat. Mengarahkan pandangan nya untuk menatap ke arah perempuan itu yang sepertinya tampak mengalihkan pandangan darinya.




Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang