Resah

202 5 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.

Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.







Kamu & Kenangan






Orang bilang nikmati dan berusahalah dengan giat dan keras di masa muda. Agar kelak saat engkau tua tidak ada hal yang engkau sesali.

Capai semua mimpi dan harapan saat usiamu masih muda. Gapai hal yang kadang terlihat mustahil bagi orang lain.

Buat juga masa mudamu jadi kenangan yang paling indah untuk di lupakan. Selain itu juga jaga kesehatanmu. Konsumsi apapun itu secukupnya dan berolahraga, agar kelak di hari tua dirimu tak perlu bolak-balik mengunjungi RS.

Jadi oleh sebab itu. Lelaki yang bahkan sudah dalam keadaan rapi di pukul lima lewat beberapa menit di pagi hari cukup membuat sang pemilik Apartemen mengernyit heran dengan kelopak mata yang belum terbuka sempurna.





"Lo mau olahraga?" tanya Evan. Oh ayolah dirinya baru tertidur pukul tiga pagi usai merevisi skripsi yang cukup membuat tubuhnya kelelahan.

"Hmm," gumam Gio. "Lo mau ikut. Sekitaran Apart. Nggak jauh?"

Evan menggeleng dengan kecil. "Kagak usah gue udah terlalu sering buat olahraga. Cuman untuk ngejar dosen."





Gio tertawa kecil begitu mendegar penuturan lirih Evan. Remaja yang masih terbungkus selimut itu kembali terlelap sebelum saat Gio sudah bersiap untuk membuka pintu. Suara serak khas orang bangu tidur itu kembali terdengar.





"Sekalian cari makan ya. Gue lagi malas keluar. Tolong." Evan berucap sebelum benar-benar terlelap.




Gio hanya bisa menggeleng kecil. Tidak menjawab melainkan langsung keluar dari unit milik sang sepupu tentu saja setelah memasukkan dompet dan handphone pada saku celana training.

Begitu keluar dari unit Apartemen. Gio bahkan tak melihat satu orang pun yang berlalu di lorong-lorong yang sepi. Hingga pandangan nya mengarah pada pintu unit Apartemen sang perempuan yang semalam tertutup.

Setelah mengamati selama beberapa saat Gio memilih untuk langsung berjalan melewati lorong-lorong yang sepi. Sekedar untuk berlari pagi di saat udara masih bersih tanpa ada polusi yang menganggu.




Hanna sebenarnya akan sangat menyadari efek apa yang akan didapatkan dirinya usai menangis semalam.

Ya semalam bukan nya menonton film dirinya malah menangis. Meringkuk di atas tempat tidur usai melihat foto yang dikirimkan oleh Asih. Di tambah lagi Hendra mendadak tak bisa di hubungi. Hanna sudah mencoba dengan berbagai macam cara. Baik itu melalui WhatsApp maupun telphone biasa tapi sayangnya tidak ada jawaban dari Hendra.

Lelaki itu seolah menghilang tepat setelah mereka bertukar kabar.

Jadi jangan salahkan dirinya yang menangis semalaman sebab pikiran negatif. Hal ini tentu saja tidak berasal dari satu sebab. Tapi juga dari penyebab lain.

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang