Pemandangan yang berbeda

388 10 2
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.

Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.






Kamu & Kenangan.





"Ayo bangun," ucap Hendra lembut begitu mengetahui sang kekasih tenyata sudah tertidur begitu dirinya tinggal selama lima belas menitan.

Sambil merentangkan kedua tangannya kehadapan Reno perempuan yang masih setengah sadar itu menatap Reno dengan senyum tipis.

Rentangkan tangan yang diberikan oleh Hanna pun langsung saja di terima oleh lelaki itu dengan senang.

"Kamu ke dapur kok lama?" tanya Hanna.

Hendra yang sedang sibuk dengan tisu di hadapannya membalas pertanyaan Hanna dengan lembut. "Bersih-bersih diri sebelum nantinya bersihin wajah kamu yang udah comeng gini."

"Kamu mah selalu bikin aku kesal," rengek Hanna di saat Hendra tengah membersihkan krim dari wajahnya dengan tisu.

Sedangkan pelaku yang dikatai hanya tersenyum saja, sedangkan tangannya dengan aktif membersihkan pipi sang pacar dengan pelan.

"Kerjaan nya lebih banyak dari pada kemaren?" tanya Hendra.

"Nggak," jujur Hanna sambil menatap wajah kekasihnya dengan senyum.

"Kalo nggak kenapa kamu lebih kelihatan lelah dari pada biasanya?" ujar Hendra. Menumpuk tisu yang sudah digunakan menjadi satu untuk di buang.

"Wajah aku selama di Jakarta emang beda banget auranya," balas Hanna.

Hendra mengangguk beberapa kali. "Aku buang tisu bentar ya kamu jangan sampai tidur lagi," pesan lelaki itu yang tentu saja langsung mendapatkan anggukan dari Hanna.

Selama kepergian Hendra kebawah untuk membuang sampah di Apart nya yang sudah menumpuk dirinya memilih untuk mengecek handphone yang sejak tadi tak disentuh.

Tidak ada hal-hal yang istimewa yang masuk pada handphone nya setelah ditinggalkan selama kurang lebih tiga jam. Tidak ada juga email dari kantor yang masuk dengan tiba-tiba sehingga Hanna memilih untuk langsung menutup handphone miliknya.

"Ada film yang mau di tonton nggak?" tanya Hendra lelaki yang sedang menyiapkan makan malam yang sudah telat itu bertanya kepada sang perempuan.

Hanna yang fokusnya hanya pada pergerakan tubuh Hendra pun mulai menjawab pertanyaan sang kekasih. "Nggak ada sih. Aku lagi nggak tau juga film yang bagus apa sekarang."
Hendra mengangguk beberapa kali setelah menyiapkan dua piring porsi makanan mereka malam ini. "Jadi boleh aku rekomendasi tontonan untuk kali ini?"

"Boleh aja. Kamu kan tau aku bukan orang yang pemilih dalam hal menonton kayak gini," ucap Hanna sambil turun dari atas kasur untuk duduk di karpet di mana Hendra sudah duduk terlebih dahulu.

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang