Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Sunny days by wave
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Bagi sebagian orang yang berada pada tim cinta dalam diam tanpa berani mengungkapkan nya. Berduaan atau bahkan berada dalam satu kelompok dengan orang yang disukainya pada saat itu merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira, walau kadang saat berada di dalam kelompok itu kita lebih banyak terdiam daripada mengoceh membicarakan ini dan itu, karena sejujurnya sosok yang berada satu kelompok bersama kita sudah mencuri seluruh intensi yang kita punya hanya sekedar untuk memusatkan perhatian padanya.
Hal yang sama juga berlaku pada Hanna enam tahun yang lalu saat dirinya dan Eca duduk pada taman belakang rumah Eca dengan beberapa remaja lelaki yang tampak sibuk memasukan bola ke dalam ring.
Tapi itu dulu. Hal tersebut sudah sangat amat lama berlalu. Dan juga Hanna SMA kadang-kadang pernah berkhayal seandainya jika hanya ada dirinya dan Gio kira-kira topik obrolan apa yang akan mereka bicarakan?
Perandaian seperti itu sangat amat sering terlintas di benaknya ketika melihat Gio tengah berbincang santai dengan teman-temannya saat tanpa sengaja dirinya pergi ke rumah Eca sekedar untuk menyelesaikan proyek mata pelajaran Kimia mereka.
Perandaian ala remaja baru pubertas itu terjadi enam tahun lalu, dan semesta baru saja mengabulkan perandaian nya usai dirinya banyak mengandai dan berharap.
Semesta memang kadang amat sangat jahat kalau tentang pengabulan permintaan kita.
Tapi walupun begitu semesta tetap akan mengabulkannya walau kadang kita sudah lupa pernah meminta hal tesebut.
Perandaian yang dulu sering kali di ucapkan baru saja terwujud tujuh tahun kemudian. Walau kadang kalau dipikir-pikir lagi amat lucu.
Gio yang memang sedari tadi fokus menyetir perlahan mulai menatap ke arah Hanna. Perempuan yang duduk di kursi penumpang itu sudah diam setelah beberapa kali mencoba mencairkan suasana yang kalau boleh dirinya tangkap cukup canggung oleh perempuan itu.
Walau sebenarnya dirinya sudah mencoba untuk bersikap biasa saja. Lagi pula hal apa yang membuat perempuan itu harus canggung pada dirinya?
"Kenapa diam?" Gio memilih untuk membuka pembicaraan ketika lampu jalanan berubah menjadi merah.
"Bingung mau ngobrol apa?" jawab Hanna jujur setelah terdiam selama beberapa saat.
"Nggak ada hal yang mau di tanyain?" Gio memilih untuk menawarkan sebuah pertanyaan kepada Hanna dari pada mereka diam-diam seperti beberapa menit yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Roman d'amour"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
