Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
With us By The Wind
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Tidak pernah ada yang mau berada dalam posisi terjepit, terdesak dan bingung dalam satu waktu. Karena hal tersebut cukup memusingkan bagi kita yang tak menyiapkan persiapan apapun akan adanya kondisi tersebut.
Kembali lagi yang namanya juga hidup yang tiap menit dan detik nya banyak memberikan kejutan yang tak terduga bagi semua makhluk yang di tinggal di sana. Jadi selain menerima, pasrah dan sedikit berusaha kita tak bisa lagi untuk menyangkal hadirnya situasi tersebut.
Hal ini juga berlaku bagi Hanna yang masih berusaha mencerna keadaan. Keadaan yang tak pernah barang sedetik pun terlintas di benaknya. Keadaan yang kalau boleh di telisik lebih dalam akan menjadi pemandangan yang seharusnya tidak tersaji di depan umum.
Hal ini tentu saja berdasarkan karena posis mereka berdua yang akan membuat orang berpikir yang tidak. Bagaimana tidak wajah Gio yang sangat dekat dengan wajahnya, di tambah kedua tangan lelaki itu di pundaknya dan suasana yang temeran. Hanna yakin tidak akan ada orang yang berpikir jernih dan lurus pada saat itu.
Belum selesai keterkejutannya akan kedatangan tak terduga dari Kakak nya Gio, Hanna lagi-lagi di buat terkejut sebab ulah lelaki itu lagi yang tiba-tiba saja sudah menggenggam tangannya.
"Hanna. Untuk malam ini perjumpaan kita tutup sampai di sini dulu ya. Lo harus banyak istirahat supaya Senin bisa punya tenaga untuk menghadapi berbagai macam klien yang rewel," kata Gio sambil tersenyum kecil. "Ini tas lo. Maaf untuk kali ini gue nggak sempat untuk ngantar sampai atas. Lain kali kalau ada kesempatan gue usahain akan antar lo sampai depan pintu rumah lo kalau perlu. Gue pamit. Selamat malam dan berakhir pekan dan semoga indah." Gio mengakhiri obrolan nya malam ini dan sebagai penutup lelaki itu dengan pelan mengusap puncak kepala perempuan itu dengan lembut.
Usapan yang seringan kapas itu hadir pada puncak kepalanya. Usapan yang cukup lembut dari tangan seorang pria.
Perempuan itu tidak menjawab. Bingung ingin menanggapi seperti apa usai serangan mendadak yang di berikan Gio hingga menimbulkan ledakan-ledakan kecil di perut nya.
Hingga tepukan pelan yang dirasakan pada pergelangan tangan nya barulah membuat dirinya kembali pada realita.
"Mbak Han kenapa bengong?" tanya satpam tersebut bingung.
Hanna menatap pak satpam yang sedang melihat kearahnya dengan penuh keheranan. Lalu menatap ke arah depan yang mana tak ada lagi Gio di sana. "Nggak. Saya nggak papa kok Pak. Kalau begitu saya pamit ke atas dulu ya," kata Hanna cepat sambil mulai melangkah menjauh dari TKP untuk menuju lift yang akan mengantarkan dirinya ke unit miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
