Akal-akalan

349 6 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.

Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.





Kamu & Kenangan.




Jadi sering kali jika mereka ingin makanan, para sepupunya tidak mau request ingin di buatkan apa oleh lelaki itu, karena Gio akan membuatkan hal apapun yang sekiranya bisa di makan oleh para orang-orang itu. Beda lagi kalo ceritanya Gio sendiri yang menyuruh mereka untuk request tentu saja berbagai macam makanan yang mereka inginkan akan di keluarkan dan Gio akan mendengar nya tanpa berisik, sebelum pada selanjutnya lelaki itu akan memilih untuk masuk ke dapur dan memutuskan nya sendiri.


"Kayaknya terakhir kali gue makan masakan lo itu sekitar lima bulan yang lalu deh," ungkap Evan begitu dirinya sudah duduk dan menyantap makanan tersebut.

Gio yang duduk di hadapan lelaki itu tak menyahut sama sekali. Dirinya hanya fokus menyantap makanan yang di buat itu.

Begitu menyadari tidak ada tanggapan dari makhluk manusia bernyawa itu dirinya memilih untuk kembali melanjutkan makanan tanpa bertanya lagi.

Hingga suapan terakhir pada piring Gio habis barulah lelaki itu berujar. "Cuci piring gue udah masak."

"Hmm." Setuju Evan, kembali melanjutkan makanan nya kembali yang hampir habis.

Dirinya pikir Gio akan pergi dari Apartemen nya tapi ternyata lelaki itu malah kembali berbaring di atas kasur miliknya.

Melihat tingkat sang Abang sepupu Evan benar-benar di buat heran. Dirinya tidak pernah menyangka bahwa lelaki yang katanya punya kegiatan segunung itu bisa mendadak jadi panda yang malas bergerak.

Usai mencuci piring bekas memasak, Evan memilih untuk membuka pintu balkon yang tadi sempat di tutup. Membiarkan angin malam hari masuk ke dalam ruangannya.

Lagi pula dirinya tidak perlu untuk meminta izin kepada lelaki yang sedang bergulung di dalam selimut itu sambil menonton video aneh, hal itu tentu saja dirinya ketahui dari komentar Gio akan hal tersebut.

Di tengah kegiatan Evan yang tengah menikmati angin malam, dirinya tiba-tiba saja memilih untuk kembali berbicara dengan lelaki itu. Awas saja kalo Gio tidak menanggapi ucapan dirinya lagi, Evan bersumpah menyeret Gio keluar dari Apartemennya agar tidak merusak pemandangan kasurnya karena seengok manusia yang diberi nyawa.

"Lo kagak ada niatan buat pulang?"

"Kagak."

Evan yang mendegar jawaban dari Gio dibuat terkejut. "Lalu lo mau tidur di mana?"

"Disini," tunjuk Gio pada kasur yang sedang di tiduri sekarang.

"Kagak ya," cegah Evan, "gue kagak terima tamu yang malas kayak lo."

"Malas," heran Gio. Sambil meletakan ponsel nya pada sisi kasur yang kosong sedangkan dirinya menentukan air putih yang berada di nakas.

Lihatlah. Lihatlah mereka Gio sangat malas hingga lelaki itu memilih untuk menyiapkan air putih nya terlebih dahulu tanpa perlu bangun dari posisi rebahannya.


Kamu & Kenangan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang