Mencoba

86 3 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.







1000 tahun lamanya By Tulus






Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.









Kamu & Kenangan







Kejadian hening mengisi ruang kosong yang berada antara Gio dan Hanna. Dua umat manusia dengan gender yang berbeda tak membuka suara usai permintaan Hanna untuk meminta Gio menemani dirinya.

Gio yang kesal dengan keheningan antara mereka mulai berdehem beberapa kali. Tak lupa juga sambil menatap pada perempuan yang sejak tadi hanya memperhatikan langit sore Jakarta.







"Kikuk banget nggak sih Han," lontar Gio setelah mengumpulkan cukup keberanian untuk membuka suara.

Hanna tersenyum. Mencoba untuk bersandar pada sandaran kursi agar merasa lebih nyaman. Setelah tadi tanpa sadar menegakkan bahunya. "Kerasa banget ya Kak," tawa Hanna kecil.

"Lumayan. Mungkin karena kita lebih sering ngobrol banyak hal dari pada diam-diam kaya tadi. Terakhir diam-diam pas gue nggak jujur sama lo kalau gue ada alergi. Setelah itu gue janji sama lo nggak akan bohong lagi. Soalnya kapok kalau diam-diam sama lo Han," jujur Gio membuat Hanna tertawa kecil.

"Pantesan waktu itu Kak Gio sempat minta izin pas mau ngomong sama gue."

"Iya. Karena lo diam-diam aja. Gue mau bicara aja jadi ragu. Takut marah lo belum reda."

"Kak Gio ingat nggak sih, ini tempat kali pertama kita kenalan lagi setelah aksi pura-pura nggak tahu dari gue," ujar Hanna sambil kembali mengingat akan hari itu.








Ternyata hal yang barusan ia ceritakan hampir sata tahun terjadi. Waktu itu ia yang sedang suntuk dengan pekerjaan memilih untuk mencari udara segar di rooftop yang mana tenyata ada Gio yang meminta mereka untuk kenalan ulang.






"Lagi pula lo punya ide dari mana sih Kak untuk kenalan ulang."

"Iseng aja. Habis gue kesal sama lo. Sok-sokan main petak umpet. Eh, pas udah kepergok malah bilang kalau gue  mungkin aja lupa. Jadi ya gue ambil sikap itu deh." Gio membalas jujur.






Keadaan kembali hening karena Hanna tak membuka suara lagi sebab ia pun bingung ingin membahas hal apa lagi.





"Gimana? Are you okay?" Pertanyaan Gio barusan membuat dirinya memutar arah kepalanya untuk menatap Gio yang perlahan juga ikut mengalihkan pandangan kearahnya. "Gue harap lo dan hati lo udah baik-baik aja. Nggak usah langsung sembuh seratus persen. Cukup membaik saja," lontar Gio pelan sambil tersenyum kecil.






Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang