Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Memikat By Lugia
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Setelah tiga hari belakangan para karyawan bertempur dengan kertas, komputer dan kawan-kawannya hari keberangkatan pun tiba juga.
Acara family gathering kantor yang kali ini akan di laksanakan di Malang di sambut dengan antusias para karyawan. Buktinya pada hari ini di jam setengah sembilan pagi para karyawan KBS sudah sangat bersiap untuk berangkat. Koper-koper yang berisi baju serta perlengkapan lainnya yang sekiranya di butuhkan atau mungkin tidak juga sudah masuk ke dalam tas.
"Padahal gue berharap banget lo bisa ikut lo Han." Irna menatap sang teman dengan tatapan sedih.
Membuat Hanna yang mendegar nya tersenyum kecil. "Gue juga kepengen banget ikut. Tapi gue juga udah lama banget LDR sama pacar. Jadi kesempatan kali ini gue gunakan untuk lepas kangen. Kita juga liburan walaupun tempat dan waktunya yang beda."
Pada acara family gathering kantor yang pertama kalinya di tempat Hanna bekerja kali ini dirinya memilih tidak ikut. Tapi walupun begitu Hanna juga menyelesaikan pekerjaan sama seperti mereka. Karena dirinya akan mengunjungi Hendra tanpa memberi tahu sang pacar. Ini adalah suprise yang diberikan oleh dirinya sendiri. Serta untuk menyakinkan dirinya sendiri setelah terombang-ambing atas ungkapan cinta lelaki itu yang tak kelihatan hari ini di tengah riuh nya para orang-orang yang berbincang dengan ringan.
Fifi menepuk pundak Irna dengan sedikit tenaga sehingga membuat Irna yang hampir menangis menatap kesal ke arah perempuan itu. "Nggak usah sok-sokan nangis. Kita nggak lama di sana. Senin juga udah jumpa lagi. Lagi pula Hanna juga nggak benar-benar sendiri karena akan ketemu mas pacar. Kita sama-sama menikmati kebahagiaan dengan cara yang berbeda."
"Tapi gue juga kepengen Hanna ikut," kata Irna sambil melirik sang teman.
"Gue juga mau ikut dan batalin ketemu Hendra, tapi gue udah keburu beli tiket. Gimana kalau gue tetap ikut sama kalian tapi kalian bayar uang yang udah gue keluarkan untuk beli tiket?" goda Hanna sambil menatap teman-temannya satu persatu.
"Boleh," jawab Irna semangat.
Pukulan pada area lengan Irna kembali dirasakan oleh sang pemilik tubuh. Kali ini pelakunya bukan Fifi melainkan Kia. "Nggak usah di dengar nih bocah gila. Lo nikmati aja hidup lo bareng mas pacar tanpa kami. Lagi pula Hanna juga bosan lihat wajah kita tiap hari?" Kia mengajukan pertanyaan.
Hanna mengangguk semangat. "Iya."
"Lah," sedih Irna. Hingga suara panitia pada acara family gathering kali ini yang menyuruh mereka untuk berkumpul membuat acara mengobrol tak penting tapi bikin bahagia itu harus berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
