Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Lebih Indah By Adera
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
"Lo kenapa bengong?" Kia menatap sang teman yang menatap ke arah tangga tempat dimana Foreman mereka berhasil di tangkap oleh panca indera penglihatan.
"Gue? Melamun? Kagak kali," sanggah Hanna sambil menyesap minumannya usai es batu mencair.
"Jangan bilang lo juga suka lagi sama Pak Aksara," duga Kia tiba-tiba.
Hanna yang mendapatkan praduga tak terarah dari Kia menatap perempuan itu dengan senyum lebar yang di buat-buat. "Kata lo tadi wajar banget kalo hampir karyawan atau orang di luar sana bakal suka sama Pak Aksara karena berbagai kelebihan yang dia punya," pancing Hanna, "jadi nggak salah kan kalo gue juga punya rasa itu?"
"Ya kagak sih. Lagi pula kan kita cuman sebatas kagum aja sama Pak Foreman. Kagak berniat aneh-aneh juga."
Hanna menggangguk usai mendegar penuturan dari Kia. Sebelum dirinya sibuk kembali dengan isi pikiran diri sendiri.
"Foreman sebenarnya bukan posisi yang paling penting di perusahaan dan kalau boleh di kira-kira pekerjaan mereka juga nggak seberat yang punya jabatan tinggi. Tapi kalau gue boleh jujur gue selalu lihat kalo Pak Aksara nggak punya waktu luang walau sebentar. Ada aja banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Padahal kan lo tau sendiri di KBS kita punya tiga Foreman. Tapi diantara tiga itu ya Pak Aksara yang paling sibuk," kata Kia tiba-tiba yang tentu saja mendapatkan anggukan tanda setuju darinya.
"Lo tau kan proyek yang udah lama tertunda sebab Pak Aksara yang harus ke Singapore karena urus perkejaan di sana udah harus segera di selesaikan, di tambah Pak Aksara juga lagi ngurus proyek kompleks perumahan kelas menengah yang punya rumah hampir seratus dalam jangka waktu lima bulan dan beberapa proyek kecil lainya yang gue nggak ngerti-ngerti amat sebab bukan tim doi," sambung Kia.
Hanna menatap sang teman dengan penuh curiga. "Lo tau dari mana semua jadwal perkejaan yang akan Pak Aksara kerjain?"
"Berbaur Han, biar lo tau info. Gue yakin kalau lo bisa sedikit lebih betah di toilet dan mau buka mulut untuk bicara bentar lo akan dapat hal itu semua." Kia tertawa bahagia usai menyindir Hanna.
"Ya habis, ngapain di toilet lama-lama," decak kesal Hanna.
"Iya deh terserah lo. Oh ya, beberapa hari yang lalu gue juga sempat dengar kabar kalo Pak Aksara hampir aja drop di tempat konstruksi," beber Kia menggebu-gebu.
"Drop? Maksud lo sakit?" tanya Hanna penuh selidik.
"Bukan sakit lagi doi hampir pingsan tau nggak," tambah Kia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romansa"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
