Bingung

81 2 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.










Terlalu cinta By Yovie Widianto










Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.









Kamu & Kenangan









Dapat pengakuan suka dari orang di saat kita sedang menjalin hubungan dengan orang lain tentu saja bukan hal yang menyenangkan.

Bagaimana bisa menyenangkan coba, di saat kita sudah dalam sebuah status teken ada orang yang tiba-tiba saja mengungkapkan rasa suka pada diri ini. Apa tidak bertanya-tanya diri kita.

Hal ini tentu saja berlaku bagi Silsila Hanna. Perempuan berumur dua puluh enam tahun itu dan sedang dalam status hubungan yang mengembang tentu saja membuat dirinya kebingungan akan ungkapan rasa suka yang dirinya dapati.

Seperti merasakan Dejavu sepuluh tahun yang lalu dirinya mulai bisa mengerti kenapa Gio kebingungan begitu dirinya mengungkapkan rasa suka, dan menyuruh lelaki itu lupakan beberapa detik setelahnya.

Seakan karma, hal ini malah berbalik pada dirinya.






"Terus tanggapan lo gimana?" tanya Kia setelah hening.

Bukanya menjawab Hanna malah menghela nafas lelah.

"Han," panggil Kia sambil mengelus bahu Hanna prihatin. Kia menyakini bahwa ini bukan sekedar permasalahan Hanna yang dapat ungkapan cinta.

"Gue bingung," lontar Hanna, "gue nggak tau harus beraksi seperti apa. Bersyukurlah selama beberapa hari ini kak Gio lagi sibuk. Kalau nggak, gue mungkin akan main kucing-kucingan lagi."

"Han, lo yakin cuman itu masalahnya? Karena kalau lo nggak suka lo bisa lupakan itu. Toh lo udah punya pacar tujuh tahun lo yang buat lo nggak usah berpikir hal sepele macam itu."

"Tapi kalou semisalnya lo kepikiran sampai butuh cerita dari orang lain atau bahkan saran, gue rasa lo harus pertanyakan lagi rasa lo itu deh," sambung Kia menjelaskan.






Mendegar penuturan Kia membuat Hanna bangun dari kasur dan menuju meja rias nya menggambil beda pipih yang sejak tadi didiamkan kepada Kia.






"Han," ragu Kia begitu membaca room chat antara Kia dengan kontak bernama 'Asih' yang memperlihatkan hal yang seharusnya tak Hanna lihat sebagai seorang kekasih.

"Tolong lo benerin perbuatan gue yang memikirkan ungkapan rasa suka kak Gio karena ini?" Tatapan penuh harap Hanna membuat Kia memilih untuk menarik Hanna lebih dekat untuk bisa di dekapannya.

"Gue... gue udah coba untuk tahan semua rasa ini dan pendam sendiri... tapi nyatanya gue perlu orang lain buat nenangin gue." Tangis Hanna, ibarat balon yang terlalu lama ditiup, membesar dan menipis, deras dan terputus-putus. Suaranya menggema di ruangan, membuat Kia yang mendengar teriris sedih. Wajahnya basah, mata merah, dan gerakan tubuhnya tak terkendali. Kesedihan itu benar-benar membanjiri hatinya, tapi dari itu semua hanya tepukan hangat yang dapat di berikan Kia.

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang