Perhatian

126 5 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.







Cinta yang diam By Aril Noah dan Difki Khalif







Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.







Kamu & Kenangan






Gio tak pernah menyangka bahwa di tengah suara mesin yang saling bersahutan hingga membuat telinga berdengung akan ada senyum terbit pada kedua sudut bibirnya.

Kalau diperhatikan cuaca Bandung pada saat ini sedang terik-teriknya padahal mereka sedang berada di daerah Lembang yang dirinya yakini cukup dingin di pagi hari.

Hingga dengan kesadaran penuh Gio mulai membidik beberapa foto Hanna yang berada tak jauh didepannya.


Hingga dengan kesadaran penuh Gio mulai membidik beberapa foto Hanna yang berada tak jauh didepannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Perempuan yang ternyata sangat ceria memasuki pabrik kayu alih-alih merenggut karena kesal dengan suara mesin yang cukup besar.




"Jadi selain menyediakan kayu mentah kami juga menyediakan perabotan kayu yang siap jadi untuk di kirim ke berbagai tempat," kata Parno menjelaskan dengan Hanna yang dengan seksama memperhatikan ruangan luas di sekitarnya.

"Kayu nya biasa nya diambil dari hutan?"

"Nggak. Pak Wandi ada semacam lahan yang dijadikan tempat camping yang cukup luas. Jadi sebagian kayu kami ya diambil dari sana sambil sekalian di tanam yang lain juga. Misalnya hari ini ambil sekitar dua puluh kayu berarti yang kami tanam itu jumlahnya bisa sampai dua puluh sampai dua puluh lima. Intinya ditambah lima dari hasil yang kami ambil." Parno menjelaskan yang tentu saja membuat Hanna langsung mengangguk semangat.

"Jadi dipastikan nggak ada kayu yang ditebang langsung tanpa ada penggantinya?"

"Nggak ada Mbak. Karena pasti ada gantinya."

"Salut juga saya sama kerja disini," ucap Hanna tanpa memperhatikan jalan hingga membuat kepalanya hampir membentur  kayu yang berada di atasnya.

"Hanna," tegur Gio dengan penuh penekanan setelah menarik pergelangan tangan perempuan itu untuk menjauh.

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang