Nyicil

124 3 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.






Eyes Off You By PRETTYMUCH





Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.










Kamu & Kenangan






"Gosip tuh nggak benar-benar menghilang. Karena gue pernah dengar gosip itu beberapa waktu lalu."

"Memang nggak pernah benar-benar menghilang. Tapi mulia mereda. Gosip ini juga didasari karena penyebutan yang berbeda. Lo kan tau bagaimana manusia Indonesia yang serba penasaran." Kia berucap santai sambil menikmati raut wajah Hanna.

"Iya sih. Bikin sebel." Hanna mendengus lelah.

"Lalu gimana untuk cerita lo yang katanya bikin gue caci maki lo." Kia meletakan buku yang sejak tadi disentuhnya dan mulai menaruh perhatian pada sang teman.






Melepas celemek yang digunakan serta menggambil bantal untuk dipangkunya membuat Kia bersiap-siap untuk mendengarkan cerita sang teman.






"Gue pernah suka sama Kak Gio." Hanna memulai ceritanya.

"Gio siapa?"

"Aksara Gionil Pratama. Gue terbiasa manggil dia Gio."

"Tunggu lo pernah suka sama, pak Aksara? Kok bisa?"

"Ya nggak tau," Hanna menjawab cuek.

"Sempat jadian?" Kia bertanya penasaran.

"Ya, kagak lah," balas Hanna singkat.

"Tapi katanya suka?"

"Setelah gue pikir-pikir lagi untuk waktu yang cukup lama, sebenarnya gue nggak yakin apakah pada saat itu gue emang suka sama dia atau nggak? Kejadian nya waktu kelas satu SMA gue dengan pede nya bilang kalau gue suka sama, kak Gio."

"Satu SMA?"

"Iya. Kak Gio temenan sama kakanya, Eca jadi gue yang saat itu merangkap jadi sohib nya Eca yang tenyata rumah kita juga berada di lokasi yang sama, cuman beda blok tentu aja membuat gue sering main ke rumah dia buat sekadar lari dari rumah kalau adek gue lagi mode ngeselin. Hal yang nggak gue sangka nya tenyata pertemuan minim interaksi gue bisa buat gue dengan yakin nya bilang suka."

"Jangan bilang lo berani bilang suka karena lo mau pindah." Kia menduga alasan Hanna mau confes.

Tepukan tangan dari Hanna membuat Kia tak habis pikir.

"Lo pikir ini series di tv yang tiba-tiba bilang suka karena mau minggat?"

"Gue ikutin cara mereka sih." Hanna menyenggir lebar.

"Kelanjutan."

"Setelah gue bilang suka sama, kak Gio gue langsung cabut lah. Pulang sekalian mastikan sama nyokap kalau kami beneran pindah biar nggak malu-maluin."

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang