Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
About you By : The 1975
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Tunggu. Lucu?
Gio bilang dirinya lucu.
Oh ayolah. Mereka sedang tidak membahas hal yang membuat Gio berkata hal tersebut. Lalu tiba-tiba lelaki itu mengatainya lucu?
Mungkin akan ada beberapa orang bahkan hampir semua kaum wanita akan tersipu jika ungkapan kata seperti : Cantik, manis, menawan, menarik, dan yang lainya di ungkapkan kepada si wanita.
Apalagi yang mengatakan hal tersebut adalah lawan jenis yang mereka taruh hati. Pasti ada rasa menggelitik di dalam perut. Puluhan kepakan sayap yang cukup membuat kita tersenyum bahagia, hingga rasa merah hadir di kedua pipi akibat rasa senang yang kita dapatkan.
Ya harusnya seperti itu.
Para kaum wanita lebih suka di puji yang melibatkan tentang fisik dari pada lucu. Karena sesungguhnya tidak ada orang yang ingin terlihat bodoh atau bahkan konyol di depan orang yang mereka suka hingga kata lucu itu keluar.
Walau kadang tingkah konyol yang tanpa sadar kita keluarkan bisa membuat sang pujaan hati tertawa dan membuat kita bisa mendengar melodi indah. Tawa yang berasal dari diri kita. Tawa yang hadir karena ulah kita. Tawa yang kita ciptakan, dan bukan lagi salah satu orang yang hanya menikmati tawa dari jarak kejauhan.
Hal ini sepertinya semua orang pasti ingin.
Tapi bagaimana jika tawa tersebut hadir pada sosok atasan yang juga merangkap jadi cinta pertama kita? Wajarkah tawa tersebut membuat kita terenyuh dan tersenyum dalam satu waktu di tambah kita sudah punya orang lain?
Hanna harap hal tersebut merupakan hal yang wajar.
"Gue nggak lagi ngelawak loh Kak," ungkap Hanna tentu saja setelah berusaha mengontrol ekspresi wajahnya.
"Gue nggak bilang lo ngelawak?"
"Lalu?" Hanna menuntut jawaban sambil bertanya pada lelaki yang duduk di didepannya.
"Pereumpamaan lo itu yang bikin buat gue ketawa," balas Gio. "Kayaknya cuman lo doang yang kasih rekomedasi makanan dengan nyuruh orang lain lakuin hal yang lo sebutin tadi. Lo lucu Han. Gue suka lihat gelagat lo yang ungkapin hal barusan."
"Gue serius Kak. Hal ini mempan di gue makanya gue kasih tips sama lo," beber Hanna penuh semangat.
Gio mengangguk beberapa kali. "Iya-iya gue percaya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romansa"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
