Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Senin kembali datang, dan jam makan siang juga tiba seperti biasanya. Jadi oleh karena itu banyak para karyawan yang memenuhi kantin sekedar untuk mengisi perut sebelum sibuk berkerja. Karena menjelang akhir bulan tak heran kantin menjadi penuh dan sedikit sesak, coba saja kalau awal bulan dirinya dapat menyakini banyak orang-orang yang lebih memilih untuk makan di luar dari pada makan di kantin kantor yang bisa setiap saat di kunjungi.
"Awal tanggal ini mau ke sushi nggak? Gue udah demam banget makan sushi," ajak Irna penuh semangat.
Fifi yang mendegar penuturan teman nya itu hanya bisa memutar bola mata malas.
"Gajian masih sekitar sepuluh hari lagi. Tapi lo udah kepikiran mau makan siang dimana." Kia menggeleng tak habis pikir, "tapi gue juga udah incar salah satu barang sih. Semoga masih kedapatan deh awal bulan ini."
Perkataan Kia barusan langsung mendapatkan lemparan tisu dari Bica. Perempuan yang kali ini mengunakan blezer itu menatap Kia kesal. "Lo sama Irna juga nggak beda jauh."
"Hehehe," tawa Kia canggung. "Gue kudu dapat barang ini supaya bisa di pakai pas nikahan saudara."
"Serah lo deh," jawab Bica pendek sebelum kembali menyuapkan ketoprak kedalam mulutnya.
Hanna tidak menanggapi karena sejujurnya dirinya sedang ingin menabung untuk membeli sesuatu yang cukup mahal. Jadi mungkin untuk dua atau tiga bulan ke depan dirinya akan memilih untuk makan di kantin. Lagi pula kantin kantor mereka juga menjual berbagai macam makan siang yang cukup oke. Ya walau lumayan berbeda di restoran di luar sana.
"Kagak mendekam lagi lo di ruangan," celetukan Kia kepada salah satu karyawan laki-laki yang melintas tak jauh dari mereka, menarik minat Hanna yang tengah menatap handphone sebab sedang berbalas pesan dengan Hendra. Tentu saja setelah menyelesaikan permasalah yang sejujurnya belum mendapatkan titik terang menurutnya. Tapi karena Hendra memilih untuk mengakhiri perdebatan mereka Hanna pun memilih untuk setuju.
"Kagak usah nyindir," cibir lelaki dengan kemeja maron dan celana hitam kain.
"Lah itu kan faktanya. Lo lebih sering mendekam di dalam ruangan sama yang lainya dari pada terima ajakan makan bareng gue," cibir Kia terang-terangan.
"Sorry deh. Namanya juga lagi sibuk. Ini gue bisa turun kali ini karena Pak Aksara lagi nggak di kantor," perjelas lelaki dengan nama 'Ipan' pada lanyardnya.
"Kemana doi?" Irna bertanya penuh semangat.
"Bandung."
"Ngapain?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
