Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Panah Asmara By Afgan
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Bagiku kamu rumah, tapi bagimu aku hanya sebuah tempat persinggahan.
Kamu & kenangan
Kamu & Kenangan
"Ya gue gas," sambung Gio santai sambil meneguk minumannya yang belum habis.
"Anjir lah. Semua cowok Pratama kayaknya brengsek deh. Ya walupun brengseknya di berbagai aspek," oceh Jonathan. "Contohnya ya nih orang. Bukan kasih waktu tuh cewek menikmati sedih nya mana langsung tancap gas."
"Lo juga sama Jonat, kagak usah ngomong orang. Yang pura-pura bodoh dan nggak mau dengar penjelasan ceweknya karena cuman percaya satu fakta, setelahnya nangis bombai karena nggak terima diputusin," sindir Nataya terang-terangan membuat mereka yang ada di sana kompak tertawa.
"Saran gue nih Gi," ujar Andrew. "Lo boleh kok untuk coba masuk ke hati nih cewek. Tapi, nggak usah ugal-ugalan banget. Biasa aja. Penjajakan dulu lah sambil ngobrol-ngobrol dikit sama dia. Karena nih cewek kalau semisalnya punya rasa juga sama lo dia nggak akan langsung mau terima lo masuk dalam hidupnya. Karena dia nggak mau ajak orang baru untuk sembuhkan luka yang bukan lo buat. Dia mau lo kasih waktu sama dia untuk sembuhkan luka itu dulu. Ya, sambil ngobrol dikit atau perbuatan yang mengarah kalau gue serius nih sama lo nggak cuman main-main doang."
"Nah saran Bang Andrew boleh loh Bang Gio coba." Maha ikut angkat suara.
Pada akhirnya perkumpulan antara saudara itu baru berakhir ketika jarum jam menunjukan pukul satu dini hari. Ada banyak hal yang mereka ceritakan walupun sebagai pembuka ya memang ceritanya.
Satu hari, dua hari, satu minggu dua minggu semua berjalan pada semestinya. Semua orang menjalani rutinitas hidup mereka seperti semula. Hal ini juga berlaku bagi Gio yang menjabat sebagai Foreman. Dua hari yang lalu ia baru saja pulang dari Surabaya setelah menyelesaikan proyek konstruksi sebuah komplek perumahan. Tadi pagi ia juga sempat bertemu dengan Hanna, perempuan yang sepenglihatan nya mengunakan blus dan rok span selutut itu tampak tampil cantik dan menawan dalam satu waktu.
Ia juga sempat tersenyum sekilas dengan perempuan itu saat berpapasan di lobby kantor saat akan masuk kantor yang juga di balas senyum formalitas oleh sang empunya.
Menuruti perkataan para sepupunya yang menyuruhnya tidak terlalu kencang dalam hal mendekati ia pun memilih setuju. Lagi pula setelah dipikir-pikir lagi intensitas pertemuannya dan perempuan itu sangat kurang dalam waktu tiga minggu ini. Entah dirinya yang terlalu sibuk dalam ruangannya atau Hanna yang kerap kali mengunjungi konstruksi hingga keberadaannya jarang di tangkap oleh penglihatannya. Entahlah ia pun bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
