Sushi Date

244 2 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.






Senja Sudut Kota By Samuel Cipta.




Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.





Kamu & Kenangan







Gio hanya perlu menunggu sekitar sepuluh menit untuk melihat Hanna keluar dari unit apartemen nya sendiri.

Dengan jaket berbahan bulu-bulu dan juga celana jins berwarna putih abu-abu senada dengan koas dan juga kacamata Hanna keluar menghampiri lelaki itu.




"Gue harap gue nggak salah outfit. Atau gue perlu ganti kalau gue salah outfit," ujar Hanna sambil memperhatikan Gio yang juga tengah menatap kearah dirinya.

"Nggak usah. Outfit lo cocok kok. Jadi ayo pergi." Gio menggambil langkah terlebih dahulu yang langsung di susul oleh Hanna, hingga pada akhirnya langkah kaki sepasang manusia itu mulai beriringan.

"Kak Gio habis dari mana?" Hanna mulai membuka pembicaraan saat mereka sudah masuk ke dalam lift.

"Dari rapat? Lama banget ya lo nungguin nya?"

"Emangnya Kak Gio ada janji sama gue mau makan bareng?" Hanna bertanya keheranan.

"Ada." Angguk gio. "Gue pikir rapatnya bakal bentar, eh nggak tau hampir seharian."

Hanna menatap Gio terkejut begitu mendegar penuturan lelaki itu. "Seharian rapat bahas apa aja?"

"Banyak," balas Gio. "Oh ya, nanti bisa tolong bantuin gue nggak?" Gio baru mengingat tentang pr yang harus ia kerjakan sebelum hari ini berakhir.

"Ribet nggak? Kalau ribet nggak dulu deh kak. Otak gue masih berisik nih."

"Aman." Gio berucap yakin hal ini bertepatan dengan lift yang berhenti di basement apartemen.

"Kita naik mobil ya." Beritahu Gio.

"Sama Kak Gio kapan naik motor sih? Nggak ada tuh," canda Hanna. Langsung naik pada kursi penumpang tepat setelah Gio menekan remote kunci.




Gio terkekeh kecil. Lalu sepanjang perjalanan kedua insan itu membicarakan banyak hal. Walaupun pembicaraan lebih di dominasi oleh Hanna yang membahas apapun yang terlihat dimata nya. Tentang perbedaan kemudi di Indonesia dan luar negeri. Tentang pendapat bumi itu bulat atau datar dan berbagai hal lainya yang di tanggapi oleh lelaki itu dengan senyum kecil.




'Luka Hana belum sembuh, dan dia butuh banyak pembahasan biar nggak bersedih,' batin Gio.









Lalu ketika kemudi Gio berbelok memasuki parkiran mall membuat Hanna mengerutkan alisnya. Sepanjang perjalanan tadi dirinya memang sudah bertanya akan kemana. Tapi yang namanya Gio, ya mana mungkin memberi tahunya.





Kamu & Kenangan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang