Warning : part ini mengandung spoiler dan teka-teki yang akan ada di part-part selanjutnya. Jadi siap menjawab spoiler dan teka-teki nya bersama saya?
Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Menjadi Dia By Tiara Andini
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Orang-orang yang ditemui dari dunia perkuliahan hingga pekerjaan sering mengatai dirinya sebagai perempuan yang tak peka pada lingkungan sekitar. Padahal kalau bisa dikatakan perempuan adalah makhluk paling peka di bumi ini, tapi sayangnya hal tersebut tak berlaku pada dirinya.
Perempuan dengan nama lengkap,
Silsila Hanna,
itu tak pernah tahu bagaimana cara agar dirinya lebih peka terhadap orang-orang di sekitarnya. Hingga kalimat yang terlontar dari mulut Hendra sore itu, membuat nya mulai bertekad untuk membaca berbagai buku atau bahkan jurnal yang berada di internet supaya lebih peka akan perasaan orang-orang yang berada di sekitar kita.
Kamu tau nggak Han, aku tuh sering banget lempar kode sama kamu loh? Tapi dari semua kode yang aku lempar itu nggak pernah kamu ngerti. Dulu waktu kita SMA dan masuk kuliah di tahun pertama aku ngiranya karena kamu belum terlalu ngerti sama hal begituan, tapi sampai kita mau lulus dari kuliah kamu juga nggak pernah ngeh sama kode yang aku kasih.
Kadang kalau boleh jujur, aku tuh malu sendiri tau nggak tiap lempar kode sama kamu karena kamu nggak pernah ngerti. Aku tuh mau banget punya pacar yang aku lempar kode dikit aja mereka ngerti. Perasaan kamu itu kayak bukan perasaan cewek Han, jadi kadang-kadang kalau dengar teman kamu bilang kalau kamu orangnya nggak paham sama hal begituan, aku tuh nggak tau mau bilang apa.
Mau nyangkal, faktanya gitu. Kadang aku tuh sampai malu sendiri tau nggak kalau keseringan lempar kode sama kamu tapi kamunya nggak ngerti. Bukan itu aja, kadang aku juga mikir kamu orangnya terlalu independen tau nggak? Aku kira kamu bakal kayak cewek di luar sana yang bakal curhat atau bahkan nangis-nangis kalau lagi ada masalah eh nggak tau nya kamu malah santai aja.
Kita udah pacaran hampir lima tahun loh Han, tapi aku nggak pernah merasakan kalau kehadiran aku itu penting di hidup kamu. Malah kalau dipikir-pikir lagi aku kayak cowok bodoh yang selalu berharap dapat perhatian sama kamu.
Bodoh ya Han? Aku emang gitu Han, kalau udah cinta sama orang. Tapi kalau boleh jujur aku mau kamu seperti teman perempuan kamu yang lain. Yang peka sama pasangan nya tanpa aku ngomong terus terang karena kadang aku juga keburu malas kalau harus ngomong terang-terangan. Energi aku udah keburu habis kalau harus blak-blakan ngomong sama kamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
