"Gue suka sama lo Kak."
Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan.
Sudah cukup sepuluh...
Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Stuck By Lany
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
BTW cerita ini juga tersedia versi au yang ada di Tik Tok, jadi yang mau baca yang narasi nya lebih pendek boleh mampir di akun aku (θ‿θ)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
Semesta sama sekali tak pernah melarang manusia untuk berlama-lama dalam kubangan kesedihan. Semesta bahkan memberikan waktu yang cukup bagi kita untuk mengatasi rasa sedih itu.
Tapi semesta juga tak punya kuasa untuk memberhentikan waktu di saat kita bersedih. Sehingga mau tidak mau kita harus terus mengikuti poros semesta yang selalu berputar tanpa sempat kita benar-benar selesai dengan kesedihan yang kita miliki.
Hari dimana Hanna harus masuk ke kantor kembali tiba.
Sudah cukup dua hari dirinya mengurung diri di dalam apartemen dan menghindari dunia luar. Mata yang sembab sebab terlalu sering menangis juga sudah di kompres pagi tadi, di tambah ia juga menimpa dengan concealer agak tebal di bagian bawah matanya agar mata panda tersebut tak terlalu kelihatan.
Hal ini tentu saja bertepatan dengan para karyawan kantor yang sudah pulang dari acara gathering kantor yang baru saja sampai di Jakarta semalam. Jadi begitu Hanna menginjakan kakinya pada lantai tiga belas ia dapat melihat wajah-wajah yang ceria menghiasai kantor hari ini.
Tepat setelah melakukan absensi Hanna kembali melanjutkan langkahnya menuju di mana ruangan kerjanya berada. Begitu dirinya mendorong pintu kaca bertuliskan 'Ruangan Divisi Logistik 1' hanya keheningan yang menyambut kedatangannya.
Jam masuk kantor memang masih sekitar satu jam lagi. Jadi jangan heran para teman-temannya yang terbiasa ngaret belum kelihatan di kantor. Hanna mulai membuka gorden ruangan divisi nya agar cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa, sehingga ruangan yang tadinya temeran berubah menjadi terang benderang. Usai membuka gorden dan menyalakan kipas angin di ruangan. Hanna membawa langkah kakinya yang kali ini mengunakan hills sebab akan bertemu dengan klien di salah satu restoran saat jam makan siang itu di bawa menuju ke arah pantry.