Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Untuk Mencintaimu By Seventeen
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.
Kalo ada boleh langsung komen di samping.
Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.
Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
"Saya?" Hanna menunjuk dirinya sendiri.
"Iya."
"Lobby."
"Oke. Kita ke lobby." Gio langsung menekan tombol lift yang akan membawa mereka turun ke lobby.
"Kenapa baru absensi pulang jam segini?" Gio memilih membuka pembicaraan agar suasana di sekitar mereka tak canggung.
"Tadi ke kantor cuman setengah hari. Setengah hari lagi ada rapat di luar. Jadi karena rapatnya nya lumayan lama dan pekerjaan kantor udah siap semua saya lebih milih pulang Pak, Karena jarak yang nggak terlalu jauh dari tempat tinggal saya." Hanna mulai menjelaskan kepada lelaki itu. "Ini gue udah boleh ganti panggilan nggak sih?"
Gio yang mendegar nada penuh tanya di buat tertawa kecil. "Yang kekeh mau tetap bicara formal di dalam kantor padahal cuman lagi berdua siapa?"
"Emang gue Kak. Tapi gue mau tanya satu hal yang nggak berkaitan dengan kantor. Jadi mau ubah panggilan biar lebih nyaman."
"Oke, jadi mau bicara apa?" Gio memilih untuk bersandar pada dinding lift sedang fokusnya menatap ke arah Hanna yang berdiri tepat di sampingnya.
"Kak Gio kenapa nggak ikut yang lainya liburan ke Semarang?" Hal yang sangat ingin ia ketahui alasannya begitu melihat lelaki itu di area apartemen di saat hampir semua karyawan KBS sedang berlibur.
"Lo sendiri kenapa nggak ikut liburan? Padahal semua akomodasi sampai tempat tinggal di tanggung pihak kantor?"
"Ya karena itu. Gue nggak ikut niatnya mau lepas kangen eh nggak taunya malah end." Hanna tersenyum kecil, "jawaban lo apa?"
"Lagi banyak kerjaan. Jadi gue nggak punya kesempatan untuk ikut yang lainya liburan."
'Semisal gue ikut, gue pasti nggak ketemu lo Han, dan nemenin diri lo di saat hari buruk itu dapat pada hidup lo.'
"Gimana? Udah okay?"
Hanna terdiam beberapa saat. Merasakan rasa sesak yang ternyata masih tertinggal pada sudut hatinya. Walaupun mungkin sudah ratusan bulir air mata yang turun.
"Gue sama dia bukan setahun dua tahun Kak. Kami tujuh tahun. Dari kelas dua SMA sampai kerja. Dari yang nggak bisa apa-apa sampai tahu banyak hal. Jadi wajar banget kan gue masih sedih. Seperti kata lo tempo hari gue berhak untuk merasakan semua perasaan yang gue rasakan saat ini. Itu berarti gue juga berhak untuk memberikan ruang bagi hati gue untuk sembuh." Ucapan yang di lontarkan oleh Hanna barusan bertepatan dengan lift yang berhenti di lobby perkantoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu & Kenangan
Romance"Gue suka sama lo Kak." Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan. Sudah cukup sepuluh...
