Ungkapan cinta

240 7 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.






Nidji By Rahasia Hati





Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.

Kalian semua ada kata kata atau quotes gak buat author taruh di awal bab, tema nya terserah mau tentang cita cita, usaha, keluarga, sahabat, suka, duka, bahagia, cinta, penghianatan dan lain lain.

Kalo ada boleh langsung komen di samping.

Kalo kata kata atau quotes nya cocok sama isi bab entar author taruh deh di awal bab sekalian nama akun kalian di bawah nya.

Tapi ingat kata kata atau quotes nya murni dari hasil pemikiran kalian sendiri bukan jiplakan karya orang lain.

Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.






Terlalu tiba-tiba? Tidak juga.

Kamu & Kenangan







Kamu & Kenangan







Tepat setelah selesai dengan urusannya, perempuan itu pun mulai menyerahkan dua benda yang sempat di titipkan untuk dikembalikan kembali pada pemiliknya.






"Kak Gio emang tipe orang yang gampang kasih kepercayaan sama orang lain ya?" duga Hanna sambil menatap Gio yang baru saja menggambil handphone yang baru di berikan olehnya.

"Kata siapa?" Gio yang baru saja menunduk untuk mengecek sebentar handphone nya dibuat mendongak kembali untuk menatap perempuan di hadapannya.

"Itu tadi buktinya. Kak Gio dengan seenaknya nitip dua barang paling penting dan privasi sama orang lain."




Gio yang mendegar penuturan Hanna dibuat tertawa kecil.



"Kok malah ketawa sih? Heran deh."

"Gue nggak sebodoh itu Han, untuk kasih kepercayaan sama orang asing."

"Lalu yang tadi?"

"Lo ngerasa orang asing?"

"Ya iyalah. Lo pikir gue siapa? Sepupu lo?"

"Gue nggak pernah ngerasa lo sepupu gue?"

"Ya terus?

"Gue ngerasa Kak Gio anggap gue lebih dari itu," cicit Hanna pelan.




Dirinya seharusnya sudah berhenti untuk kembali menimpali usai mendengar kata tersebut dari Hanna, tapi bukannya berhenti Gio malah kembali menyambung. Membiarkan semuanya jelas agar sekiranya perempuan di depannya ini berhenti berkata orang asing dan kacung.

Dua kalimat yang sejujurnya cukup menganggu pikirannya saat Hanna kerap kali membahas itu saat mereka sedang berdua seperti tadi. Ya walau saja mungkin efek dari perkataan nya akan membuat canggung antara dirinya dan Hanna.


Tak masalah. Gio sama sekali tak keberatan untuk hal yang satu itu. Karena kalau memang benar Hanna akan canggung, dirinya akan memberikan ruang sendiri untuk perempuan itu untuk mencerna semuanya sebelum kembali mendekat.



"Sikap gue yang seperti apa membuat lo berpikir seperti itu," pancing Gio sambil tersenyum smirk.

Hanna yang mendegar penuturan dari Gio dibuat mendongak untuk menatap lelaki itu yang juga tengah menatap kearahnya dengan raut kepuasan. "Semuanya," kata Hanna telak.

Kamu & Kenangan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang