PART 49

720 36 0
                                        

Part 49

Ada banyak destinasi wisata di dalam daftar tujuan Dominic dan ingin ia eksplor keindahan alamnya bersama sang kekasih. Raja Ampat, Labuan Bajo, dan masih banyak lainnya.

Namun karena mereka hanya akan berlibur dua hari, Dominic memilih tujuan yang paling dekat agar tidak terlalu lelah di perjalanan.

Bali, dengan sejuta pesona alam, menjadi pilihan Dominic. Sebenarnya Dominic sudah sangat sering ke Bali. Ia mengenal nyaris setiap meter daerah wisata pulau dewata itu. Namun kali ini ia sangat bersemangat karena akan mengeksplorasi keeksotisan alamnnya bersama Isabella.

Hampir tengah malam ketika Dominic dan Isabella tiba di vila milik Dominic. Vila mewah yang menghadap lautan luas itu terdiri dari lima kamar tidur.

Pak Ketut dan Mbok Dwik, sepasang paruh baya yang bertugas mengurus vila, menyambut kedatangan keduanya.

"Apa Bapak ingin disiapkan makan malam?" Perempuan bertubuh kurus dengan rambut sedikit ikal yang dikuncir itu bertanya sopan.

"Tidak perlu, Mbok. Kami sudah makan," balas Dominic. Kemudian ia meraih tangan Isabella dan mengajaknya masuk ke dalam vila.

Sembari melangkah, Isabella melihat-lihat ke seantero vila dan tampak kagum melihat desain minimalis nan mewahnya.

"Ini kamarmu, dan itu kamarku," kata Dominic menunjuk dua buah kamar utama yang saling berhadapan. Sebenarnya Dominic ingin mereka tidur sekamar, tapi itu terasa tidak sopan. Sejauh ini Isabella belum pernah menggodanya. Dominic takut kekasihnya itu tersinggung dan merasa dianggap gadis murahan.

Isabella tersenyum. "Terima kasih, Dominic. Aku istirahat dulu. Sampai bertemu besok pagi. Selamat malam."

"Selamat malam, Bella," balas Dominic setengah hati. Sebenarnya ia masih ingin mengobrol dengan kekasihnya itu. Meski mereka sudah nerjam-jam melewati waktu bersama hari ini, tapi bagi Dominic masih terasa kurang.

Isabella membuka pintu kamar, lalu masuk dan menutupnya. Dominic melihat itu dengan wajah bertekuk. Bahkan tak ada kecupan dan pelukan dari kekasihnya itu.

***

Keesokan harinya Dominic dan Isabella mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali. Waktu yang mereka lewatkan berdua begitu indah. Hingga jam demi jam berlalu dengan amat sangat cepat.

Setelah sorenya menikmati sunset di pantai, lalu makan malam di sebuah restoran, keduanya kembali ke vila milik Dominic.

Berbeda dengan malam sebelumnya yang berpisah dan mengucapkan selamat malam di depan pintu kamar, kali ini Dominic ikut masuk ke kamar Isabella, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukan.

Keduanya berciuman dengan panas. Bibir Dominic melumat bibir Isabella dengan buas. Kekasihnya itu pun membalas dengan liar.

Saat ciuman semakin membakar hasrat, Dominic tak bisa menahan diri lagi. Tangan kanannya bergerak meremas payudara kencang Isabella.

Gadis itu mendesah di sela ciuman mereka.

Mendengar itu, dengan tak sabar Dominic meraih ujung kaus Isabella, hendak melepaskannya.

"Dominic, jangan," cegah Isabella dengan napas terengah.

Dominic menatap Isabella yang menatapnya dengan sayu. "Kenapa?" dari sorot mata Isabella, terlihat gadis itu juga sama bergairahnya seperti dirinya.

"Aku ..., maaf kalau aku terdengar kuno. Aku tidak menganut seks bebas."

"Maksudmu, kau masih perawan?"

Isabella mengangguk dengan wajah merona.

"Jadi, kau hanya akan berhubungan intim setelah menikah? Itu yang ingin kau katakan?"

Over PossessiveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang