Deki Pov
Kepalaku kembali berdenyut saat aku membuka mata. Aku melayangkan pandanganku kesekeliling ruangan. Ini kamar siapa?
Aku mengernyit saat melihat foto yang bertengger manis di meja dekat tempat tidur.
Astaga... aku segera bangkit dan berjalan ke luar ruangan. Sepi dan sunyi sama seperti biasanya.
"Ohh, akhirnya bangun juga... pagi..." sapa lembut suara dari pantry yang menyatu dengan ruang makan.
"Hai... kenapa aku bisa disini??" tanyaku bingung.
"Duduklah... dan minum susu nya..." dia menyodorkan segelas susu putih dan kembali melanjutkan mengoles roti dengan selai.
"Ini..." dia mengulurkan roti bakar dengan selai dipiring keramik berwarna pink. Dia masih sama, suka warna pink dan suka memasak berbanding terbalik dengannya, tapi aku lebih menyukainya.
"Bagaimana aku bisa disini?" tanyaku sambil memutar-mutar gelas susu yang masih penuh.
"Kamu mabuk... apalagi?" tanyanya seraya angkat bahu.
"Pacarmu itu sangat galak dan bar-bar..." ucapnya seraya terkikik.
Pacarku?
"Akaela disana?" tanyaku kaget dan kembali kurasakan kepalaku berdenyut-denyut dan sepintas mengingat Akaela ada disana.
"Huum... dia datang dengan cowok lain kok..." ucapnya seraya tersenyum padaku.
"Ehhh... mau kemana???" tanyanya saat aku berdiri.
"Kamu ga pernah semarah ini saat pacaran denganku..." aku menoleh menatap gadis dihadapanku.
"Samantha... kita ga pernah pacaran!!" tegasku dan diapun terkikik.
"Sensitif sekali!" ledeknya seraya tertawa.
Aku berbalik menatapnya dengan kesal, sahabat baikku ini memang kelewat baiknya dan senang sekali menggodaku dan siapa yang menyangka kalau dia adik sepupu Dave yang sudah tinggal dengan Dave sejak kecil.
"Jadi dia gadis yang sering membuatmu frustasi?" Samantha kembali tertawa.
"Berhenti menggodaku Samantha!" gertakku seraya berbalik padanya memberi peringatan.
"Apa? Aku tidak menggodamu D!" dia tersenyum sambil berkacak pinggang.
"Lihat... kau tertawa... meledekku?" aku berjalan mendekatinya dan kini berkacak pinggang dihadapannya.
"Dengar Samantha... bagaimana kalau tiba-tiba pacar pirangmu yang posesif itu datang dan melihatku disini?" Dia kembali tersenyum dan memutari meja dan berdiri menantang dihadapanku.
Dia memang selalu begini, menantangku dan membuatku semakin kesal saat aku kesal. Teman yang baik? Yah, kurasa dia tahu benar kapan harus bercanda denganku dan kapan harus serius denganku.
"Dia tidak akan muncul..." ucapnya seraya berjalan mendekat dan menarik kerah kemejaku.
"Kamu bilang kamu frustasi karena dia?? Tapi yang kulihat kamu yang membuat dia frustasi bodoh!" desisnya seraya melotot padaku.
"Kamu dan pirang itu sama-sama bo-"
"Deki!!!" jerit seseorang kesal. Tanpa perlu menolehpun aku tahu benar itu suara siapa, tapi siapa yang tahu aku disini?
"Elo emang orang nyebelin sedunia!!!" jeritnya lagi lebih keras.
"Kita putus!!" Blamm!
Pintu tertutup keras dan aku baru berani menoleh. Disana hanya ada Dave yang berdiri dengan wajah bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Brondong?! 2 (Sebagian sudah dihapus)
MizahPERINGATAN!! Membaca ini akan membuatmu tersenyum dan tertawa terus. Jadi hati-hati! Rawan dibilang gila. "Cinta??? Ya aku cinta sama suamiku yang brondong. Tapi, dia itu super nyebelin!!" -Pauline Larasati- "Cinta??? Tentu saja! Seluruh dunia juga...
