My Olin Part. 1

39.3K 3.6K 224
                                        

Aku mengerjapkan mataku saat terdengar suara tawa bocah kecil. Bisa dipastikan itu Keenan yang sedang mengerjai Arion karena dia tidak bangun.

Aku menguap dan menatap pria besar disampingku yang masih tidur nyenyak.

"Hhh, gimana ga sering masuk angin... orang tidurnya ga pernah mau pakai baju dan selimut tapi AC dikencengin aja..." gumamku sambil geleng kepala.

Segera saja kutarik selimut dan menyelimutinya.

"Hei..." ucapnya serak sambil menyipitkan matanya.

"Pagi Honey..." aku tersenyum, menunduk dan mengecupnya dengan cepat.

"Mau kemana???" dia menarikku dengan cepat sehingga membuatku kembali berbaring disampingnya.

"Sudah pagi..." bisikku pelan.

"Team kita belum bangun kok..." ucapnya lagi sambil tersenyum dan memejamkan mata lagi sambil memelukku.

Team katanya?

Hmmm, anak-anaknya dibilang team?

"Team huru-hara maksudnya!" aku mencibir dan memukul lengannya lalu berusaha bangun lagi.

"Kemana sihhhh..." gumamnya seraya mengeratkan pelukannya.

"Ini hari minggu... kita harus gereja pagi Hon..." sahutku sambil terkikik.

"Arggghhh... sudah minggu ya??" dia membuka mata dan menatapku dalam. Mata abu-abunya yang selalu bisa menghipnotisku itu adalah salah satu bagian darinya yang paling aku sukai.

"Aku minta hadiah yang banyak..." pintanya sambil tersenyum.

"Ummmm..." aku berpura-pura berpikir.

Hadiah adalah istilah kami berdua untuk meminta ciuman.

"Kalau kamu kebanyakan hadiah yang ada nanti kita terlambat ke gereja..." sahutku lagi. Dia menoleh ke belakang dan melihat jam shaun the sheep dan berbalik sambil tersenyum.

"Masih ada tiga puluh menit..." gumamnya dan spontan aku mendorongnya.

"Nanti terlambat..." gumamku saat Rangga sudah ada diatasku dan menghimpitku dengan tubuhnya yang besar.

"Tidak akan..." dia menyeringai dan mendekatkan wajahnya padaku dan mencium keningku, mataku, hidungku, pipiku dan juga bibirku.

"Tiap hari kamu tambah makin sexy Honey..." bisiknya ditelingaku dengan suara berat dan serak.

Kembali Rangga menciumku dengan lembut seperti biasanya. Dia ini sangat pintar sekali urusan berciuman. Kalau aku bertanya siapa wanita pertama yang diciumnya dia pasti menjawab Mommy-nya. Katanya, begitu lahir memang Mommy-nya yang menciumnya. Yah, memang benar sih apa yang dikatakannya, tapi maksudku bukan itu. Aku ingin tahu siapa wanita yang bukan keluarganya yang menjadi first kiss-nya tapi kalau aku tahu pasti aku cemburu jadi ya sudah lebih baik aku tidak tahu. Nanti bisa-bisa aku seperti dirinya, setiap kali dia bertemu Arlan pasti dia memasang wajah galak karena dia tahu kalau Arlan dan aku sama-sama adalah cinta pertama dan kami juga punya cerita tentang first kiss.

"Noneeyyy!!!" jeritan melengking Keenan membuat Rangga memejamkan mata menggeram kesal.

"Team kita sudah bangun..." aku menahan senyumku saat melihat wajah Rangga yang frustasi.

"Apa sebaiknya kita memasang pintu saja? Dia sering sekali mengganggu kesenangan Daddynya..." aku tergelak mendengar ucapan Rangga.

Suamiku Brondong?! 2 (Sebagian sudah dihapus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang