Reuni!

78.4K 4.7K 276
                                        

Rangga Pov

Aku berjalan ke dapur sambil menggendong Keenan yang sedang asyik makan biskuit.

"Daddy ambil minum dulu yaa..." Keenan hanya menganggukkan kepalanya dan tetap asyik mengunyah biskuitnya.

"Kita lihat Mommy punya minuman apa ya??" aku membuka pintu lemari pendingin dan reaksi Keenan adalah tertawa dan meringis karena udara dingin dari lemari pendingin menyerbu wajahnya.

"No...no...no... anak kecil tidak boleh minum itu. Ok??" Keenan menatapku dan mengerutkan keningnya dan mengerutkan bibirnya.

"Nanti dimarahin Mommy lo..." aku menatap kembali kearah isi lemari pendingin ini.

"Mau Daddy kupasin apel??" tanyaku seraya mengayunkan buah apel pada Keenan. Keenan geleng kepala dan menunjuk buah apel lainnya yang ada di dalam lemari pendingin.

"Ini sama saja Kee..."

"No!!!... tuuuu..." tunjuk Keenan pada apel yang ada di dalam dan melempar biskuitnya kewajahku. Ok, dia mulai kesal. Dasar anak kecil, sama-sama apel juga.

"Ok...ok... ga boleh nangis..." aku segera meletakkan apel yang aku pegang dan mengambil buah apel yang Keenan tunjuk.

"Bawa ya... Daddy bawa ini..." dengan senang dan senyum ceria dia membawa buah apel itu dan langsung saja menggigitnya.

"No... Kee, dikupas dulu ya sayang..."

Kee sudah mencebikkan bibirnya siap menangis dan aku segera mendudukkannya di kursi makannya.

"Hei... jagoan Daddy mau kalau sakit perut lagi??" tanyaku pelan. Dia menatapku dengan mata bulatnya.

"Kee mau disuntik lagi sama Om dokter??" tanyaku mengingatkannya pada kejadian bulan kemarin saat dia sakit perut karena terlalu lama mandi dan masuk angin.

"Daddy kupas dulu ya??" tanyaku pelan seraya memegang apel yang dipeluknya erat.

"Pel!!" pekiknya.

"Iya... Daddy kupasin apelnya ya?? Biar Kee enak makannya ya??" aku menarik pelan apel itu. Aku tersenyum kecil melihat Keenan yang menatap apel itu dan diriku bergantian.

"Pas!!" serunya lagi seraya menyerahkan apel itu padaku. Aku mengusap kepalanya dan tersenyum.

"Jagoan Daddy pinter..." aku segera mengambil pisau dan mengupas apel itu. Keenan mengamatiku yang mengupas apel itu dan dia terlihat senang sekali.

"Taraaaa... ini..." aku menyodorkan apel yang sudah aku potong kecil-kecil itu.

"Ehhh, cuci tangan dulu ya..." aku menggendong Keenan, dan membiasakan dirinya untuk cuci tangan dulu.

"Ok... sekarang Kee makan apelnya..." dia bertepuk tangan dan memukul-mukul meja dengan riang.

"No Kee, pakai ini ya??" aku memberinya sebuah garpu dan tak lama kemudian garpu itu menjadi stik drum nya dan membuat kegaduhan di dapur.

Hhhh, repotnya menjaga Keenan. Lebih mudah menjaga Arion yang tenang dan suka tidur.

"Ok...ok... tidak usah pakai garpu..." dia hanya tertawa dan memakan buah apelnya.

"Mommy dan kakak kok lama ya beli kue nya??" aku mulai lagi berbicara dengan Keenan yang hanya ditanggapinya dengan tawa.

Aku mengetukkan jariku dimeja dan ikut mengambil apel di mangkuk buah Keenan. Pandanganku jatuh pada amplop biru muda yang ada disamping ditumpukan tabloid masakan.

"Reuni..." gumamku. Dua hari lalu Olin mengatakan soal undangan reuni SMA nya dan aku belum sempat membahasnya lagi. Saat itu dia juga tidak membahasnya lagi sehingga aku juga lupa.

Suamiku Brondong?! 2 (Sebagian sudah dihapus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang