Next Door!

27K 3.1K 385
                                        

Rangga Pov

Aku mendongak menatap Desta yang berdiri di hadapanku. Kupandang tangannya yang terulur padaku.

"Apaan?" tanyaku menatap dua tiket padaku.

"Lo ngajak gue nonton berdua?" tanyaku bingung. Saat kudengar tawa cekikikan Daru dan Bimo aku menoleh pada mereka berdua dan melotot, memangnya dimana letak kelucuannya.

Aku bergidik ngeri saat menatap Desta, masak iya aku nonton sama dia? Aku mengintip judul film di tiket itu.

"Dear Nathan..." gumamku dan spontan aku mengernyit menatap Desta.

"Lo mau nonton Dear Nathan ma gue?! Ogah ah! Najis deh! Gue cowok normal dan-"

Plak!

"Shit!"

"Gue juga normal kali! Gue lagi bagi-bagi tiket supaya kita sekelas semua bisa nonton bareng!" sahut Desta kesal.

Aku meringis, ternyata bukan aku saja yang diajak nonton. Kirain nonton Dear Nathan berdua saja sama tuh monyet.

"Ajak istri lo..." ucap Desta padaku. Dia meraih tanganku dan meletakkan dua tiket nonton padaku.

"Tapi," Desta menyipitkan matanya. "jangan ajak duo gembul atau acaranya bakalan bubar..." aku meringis, bagaimana mungkin tidak mengajak mereka berdua? Siapa yang mau menjaga mereka kalau aku dan Olin nonton coba?

"Awas kalo' lo nggak datang! Lo udah beberapa kali nggak ikut acara kita lo..." Desta mengingatkanku kembali.

"Nonton bareng?" gumamku sambil menatap tiket itu.

"Bro!" aku menoleh saat Daru menepuk bahuku.

"Lo datengkan? Mbak cantik juga kan?"

"Apa lo?!" aku melotot pada Daru.

"Astaga, galak banget sih...," Daru tertawa terkikik.

"Tenang aja kali Ga, gue juga nggak berani kali godain mbak Olin. Bisa ditendang gue sama Keenan dan Arion..." Daru bergidik ngeri.

"Eh, dulu jaman lo pacaran sama mbak Olin sering nonton film apa?" aku mengerutkan keningku.

Film?

Nonton film apa?

Ummm, apa? Sepertinya-

"Jangan bilang lo ajakin mbak Olin nonton film dewasa terus tiap hari!" sahut Bimo sambil terkekeh.

"Ahhh, bener juga lo Bim!" sahut Daru dan kemudian keduanya tertawa.

Plak!

Aku memukul kepala Daru dan Bimo bersamaan.

"Sakit tahu nyet!" Daru menggosok kepalanya.

"Gue laporin mbak Olin lo KDRT sama sohib lo!"

"Berani lapor gue sunat lagi lo!" ancamku pada Bimo yang spontan bergidik ngeri.

"Ish! Nggak laki'nya nggak bininya horor!" gerutu Bimo sambil bergidik.

"Seanak-anaknya Bim horornya! Gue pernah ditendang anu gue!" bisik Daru pada Bimo yang masih bisa terdengar ditelingaku.

"Kalian berdua-"

"Sorry... sorry... wolles man!" aku mengurungkan amarahku begitu Bimo terdengar menenangkanku.

"Tapi seriusan gue penasaran lo!"

Aku, Daru dan Bimo menoleh pada sumber suara yang menginterupsi kami. Desta kini sudah menarik kursi dan duduk dihadapanku dengan senyum lebar.

Suamiku Brondong?! 2 (Sebagian sudah dihapus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang