HAPPY READING....
"k-kamu mau a-apa"Luna sedikit khawatir
"sssttt"Galang menempelkan jari telunjuknya di bibir Luna, membuat gadis itu menelan ludahnya, Galang kian mendekat.
"Yah, Galang" Cicit Luna sambil memejamkan matanya
"eh"
'gue ga ngerasain apa-apa, ga ada yang nempel di bibir gue' Luna membuka matanya, Galang menahan tawa melihat reaksi gadis itu, pipi Luna langsung merah seperti tomat menahan malu.
"nih"Galang mengambilkan coklat yang tadi mau Luna ambil, Luna sendiri masih bengong dengan wajah polos.
"kamu mau ambil coklat ini kan?"ujar Galang menyadarkan, Luna langsung mengambil coklat yang diberikan Galang.
"kenapa wajahmu merah?"tanya Galang sambil memperhatikan wajahnya, Luna tak menjawab karena bingung
"jangan-jangan kamu berpikir yang lain, tadi juga kamu memejamkan mata apa kamu berharap aku akan menci-"
"jangan ge'er m-minggir aku harus pergi"Luna memotong ucapan Galang mendorong tubuh itu menjauh, Galang hanya terkekeh geli melihat tingkah gugup gadis itu. Luna memilih menjauh dari Galang sebelum cowok itu terus mengejeknya, sedikit menoleh kebelakang dan melihat glGalang yang masih terus tertawa.
"dasar ngeselin"manyunnya Sambil menghentak-hentakan kaki, menggerutu sepanjang jalan.
"Aish, ngeselin banget itu orang ngapain juga dia dekatin gue, dan kenapa juga mikir dia bakal nyium gue, kenapa gue harus mejamin mata, dia pasti bakal mikir macem-macem tentang gue"Luna terus menggerutu kembali ke meja kerjanya.
"kenapa kamu?"tanya Stevi bingung
"gapapa"jawab Luna masih cemberut dan berjalan menuju dapur
"nih ga coklat yang kamu butuhin"Luna menyerahkan satu kantung coklat, Arga mengernyitkan alisnya
"kenapa kamu cemberut gitu?"tanyanya
"gapapa kok"jawab llaluna kembali ke meja kerjanya.
Luna bekerja sambil terus cemberut sumpah ia masih kesal atas kejadian tadi.
"itu anak kenapa lagi?"bisik Dalas pada Stevi sambil melirik Luna
"ga tau dari tadi udah manyun kaya gitu"Stevi menaikan kedua bahunya.
.
.
.
Sudah masuk jam makan siang,nmereka bersiap untuk makan dengan makanan yang mereka bawa.
"eh aku liat bos kita ga pernah makan siang deh"ujar Kinta
"masa sih, mungkin delivery kali"ujar Stevi
"kalo delivery kita bisa tau, tapi slama ini ga ada"kinta mulai memakan bekalnya, Luna hanya diam dan berpikir 'iya juga yah Galang ga pernah makan siang' .
"buatin aku americano yah"suruh Galang
"owh kalian lagi makan siang"lanjutnya melihat Kinta, Stevi, Dalas dan Luna
"iya, bos Galang ga makan siang?"tanya Kinta
"nanti aja"
"tapi ini udah jam makan siang bos, apa ga lapar?"tanya Stevi
"oh udah siang yah, saya ga sadar"Galang melirik jam tangannya, Luna melotot melihat pergelangan tangan agalang 'itu kaya jam hadiah ultah gue deh,bapa iya Galang pakai jam itu'batinnya.
"emang ga ada yang ngingetin bos untuk makan siang? secara... bos kan ganteng pasti banyak yang dekatin"ucap Kinta ragu-ragu.
"dulu sih ada,ntapi sekarang gak lagi"Galang melirik kearah Luna
KAMU SEDANG MEMBACA
SETULUS CINTA LUNA (END)
RomansaCOMPLETED Luna amat mencintai Galang, tapi Galang sangat membencinya. Luna mengharapkan Galang, tapi Galang mengharapkan gadis lain. Mampukah Luna mendapatkan cinta Galang ketika hati Galang yang masih mencintai mantan kekasihnya. Mampukah Luna teru...
