PUTUS

145K 6.1K 758
                                        

HAPPY READING....

Luna masih terdiam, rasanya teramat sulit untuk membuka suaranya, membuat Galang merasa jengah melihat gadis itu terus-terusaan terdiam.

"Sebenarnya mau lu apa sih!!!!" bentak Galang membuat luna terlonjak saking kagetnya, Galang mengeryitkan dahi melihat reaksi Luna.

"Lu ngelamun"ujar Galang pelan, Luna hanya membalas dengan senyum canggung.

Luna Bangkit dari duduk menarik tangan Galang untuk bangkit juga kemudian ia Memeluk erat. Galang membiarkan saja karena mungkin sudah terbiasa mendapat pelukan tiba-tiba dari pacarnya itu.

Luna memejamkan matanya saat cairan bening ingin keluar dari matanya 'gue harus bisa mengatakannya sekarang' batinnya dan menghela napas.

"Makasih Galang"ujarnya masih memeluk Galang

"Untuk?"jawab galang bingung

"Untuk hari ini, kamu udah nemenin aku seharian. Aku bahagia banget"Luna masih memejamkan matanya mengeratkan pelukannya.

"Aku juga mau makasih untuk waktu dan kesempatan yang udah kamu kasih untukku, maaf  belum bisa buat kamu bahagia"ujar Luna terbata menahan sesak di dada, Galang kembali mengernyit merasa aneh dengan sikap Luna.

"Lu baik-baik aja?"tanya Galang, Luna hanya mengangguk

"Ak—u—"ucap Luna terbata

"Aku—ingin kita putus"lanjutnya lirih, Galang mengernyitkan dahinya  melepaskan pelukan Luna.

"Maksud lu?"

"Aku ingin kita putus"ucap Luna mencoba tetap tersenyum walau perih.

"Tapi kenapa? ini kan belum dua bulan dari waktu yang lu pinta"ujar Galang masih belum mengerti akan sikap gadis yang berstatus kekasinya itu.

"Berapapun waktu yang aku pinta, tetap gak akan merubah perasaan kamu...lagian—"Luna menjeda ucapannya, kembali menghela napas.

"Lagian aku ga mau membebani kamu lebih dari ini"lanjutnya tertunduk, Galang menatap nanar gadis yang ada si depannya.

"Maafin aku yang selama ini selalu buat masalah, selalu ganggu hidup kamu dan menjadi beban buat kamu. Aku janji gak akan ngelakuin lagi dan aku akan tepati janjiku"ujar Luna lirih menatap Galang, membuat Galang hanya mampu terdiam tak tahu harus bersikap seperti apa.

"Kamu berhak mendapatkan kebahagian dan aku akan melepasmu, karena bahagiamu adalah saat tak bersamaku"ujar Luna susah payah dengan bibir bergetar menahan tangis.

"Aku melepasmu, Galang."ujar Luna lagi

"Gue juga minta maaf kalo slama ini sering marah-marah sama lu" Galang membuka suara, Luna hanya mengangguk.

"Tapi Lang, aku boleh minta sesuatu dari kamu untuk yang terakhir kalinya"Luna menguatkan hatinya menatap Galang.

"Apa?"

"Selama kita pacaran lebih dari setahun, kamu gak pernah bilang sayang, boleh gak sekali aja aku dengar kamu bilang sayang"suara Luna kembali bergetar tak sanggup lagi menahan tangisnya ia kembali tertunduk, Galang hanya terdiam.

"Gapapa kalau kamu ga bisa, maaf kalau permintaan aku berle—"

"Sayang"ujar Galang menyela, Luna mendongak dengan airmata sudah menetes tanpa bisa ia tahan lagi.

"Boleh aku denger sekali lagi"pintanya dengan bibir bergetar

"Iya, sayang" Galang tersenyum tulus, Luna tak dapat lagi menahan tangisnya. Ia kembali memeluk Galang dan menangis sejadinya dalam pelukan orang yang sangat ia cintai itu, tangisan pilu penuh dengan luka.

SETULUS CINTA LUNA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang