FOUR YEARS AGO

94.3K 3.7K 38
                                        

HAPPY READING...

#FLASHBACK
Luna duduk di sebuah bangku dalam sebuah kapal feri setelah mengirim pesan untuk teman-temannya, ia sudah memutuskan untuk pergi jauh. Kemana tujuannya? ia sendiri tak tahu, hanya mengikuti kakinya melangkah sampai di dalam kapal ini.

Luna sengaja memilih tidak naik bus, kereta ataupun pesawat karena pasti teman-temannya akan mencarinke terminal, stasiun atau bandara itulah kenapa ia memilih pergi kepelabuhan menaiki salah satu kapal disana. Sudah beberapa jam ia duduk dalam kapal itu tapi masih belum terlihat sebuah pulau untuk berlabuh, ia sendiri tidak tahu dimana dia akan berlabuh, bodohkan? atau ia terlalu putus asa hingga tak punya tujuan pasti?entahlah yang pasti ia hanya ingin menjauh itu saja.

Langit sudah gelap saat Luna tiba didaratan celangak celinguk, tak tau ia berada dimana. Dengan membawa tas besarnya ia berjalan menyusuri pantai, memilih duduk disebuah kursi tak jauh dari pelabuhan niatnya ingin memberitahu Riko dan Sisil jika dia baik-baik saja dan mereka tak perlu mengkhawatikan dirinya. Saat sibuk mengetik pesan sebuah tangan mengambil paksa ponselnya. Luna yang kaget pun sontak panik sendiri dan mengejar orang yang mengambil ponselnya.

"balikin hape aku"teriaknya sambil terus berlari

"hey...balikin hape aku"teriaknya lagi, Luna terus mengejar orang itu

"toloooong...copet"teriaknya

Sialnya tempat yang ia lewati cukup sepi hingga tak ada yang mendengarnya, tidak putus asa untuk terus mengejar karena diponselnya itu banyak moment dan kenangan ia bersama Galang dan yang pasti nomor penting teman-temannya juga.

"tolong balikin hape aku"teriaknya meski sedikit lelah karena terus berlari.

"buuug"

"braaak"

"aduh"

terdengar benda dan suara orang terjatuh

"maaf"ucap Luna mencoba untuk berlari mengejar orang yang mengambil ponselnya, hingga sebuah tangan menarik tangannya.

"mau kabur kemana lu"ucap orang itu

"tolong lepasin tanganku,naku mohon aku harus pergi"ucapnya mencoba melepas pegangan orang itu

"enak aja udah bikin gue jatuh dan barang-barang gue berantakan mau kabur gitu,nlu harus tanggung jawab"jengkel orang itu melihat Luna yang seolah tak peduli

"aku akan tanggung jawab tapi lepasin tanganku dulu,naku harus ngejar orang itu"pinta Luna

"gak, bisa aja lu kabur sebelum tanggung jawab"keukeuh orang itu, Luna mendengus kesal

"HEH!gara-gara lu gue kehilangan orang yang nyuri ponsel gue"kesel Luna karena kehilangan jejak si pencuri.

"eh"

"Aish, gara-gara lu ngehalangin, gue jadi kehilangan hape gue...huaaaa"teriak Puna frustasi, orang yang tadi dia tabrak menjadi bingung sendiri.

"ya lu kenapa jadi nangis gini, ntar yang ada orang-orang bakal ngira gue ngapa-ngapain lu, diem ish"panik orang itu, Luna mulai menenangkan dirinya

"apa bener hape lu di curi orang?"tanya orang itu tak percaya

"lu kira gue boongan"ujar Luna emosi

"gue harus gimana ini, nomer teman-teman gue disitu semua"ujarnya bingung sendiri

"lu bukan orang sini yah"tanya orang itu setelah memperhatikan, Luna mengangguk

SETULUS CINTA LUNA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang