WEDDING SATYA

84.7K 3.4K 51
                                        

HAPPY READING...

Pagi-pagi sekali Luna sudah sibuk didalam sebuah rumah besar, bersama dengan beberapa orang lainnya,  ia sibuk dengan tumpukan kertas bermotif sesekali menulis sesuatu diatas kertas dengan desain cantik itu.

"Pagi sayang sepertinya kamu sibuk sekali"sapa seorang wanita paruh baya yang duduk disebahnya

"Iya mom ,undangan ini harus bisa selesai hari ini biar bisa diantar tepat waktu"Luna tersenyum pada wanita paruh baya yang dipanggil mommy.

"Tapi kamu ga harus ikut sibuk, biar yang lain aja yang ngerjain kalau sampe kakakmu tau nanti yang ada dia marah-marah"

"Ga ko mom, aku malah senang bisa bantu persiapan pernikahan kakakku"

Luna tengah berada dirumah satya dan wanita paruh baya yang di panggil mommy itu mamahnya Satya. Satya mengenalkan Luna pada orangtuanya Satya juga cerita jika Luna sudah ia anggap adiknya, orangtuanya menerima kehadiran Luna dan menganggap Luna sebagai anaknya juga, karena Satya sendiri adalah anak tunggal, Luna bahagia dan sangat bersyukur karena sekarang ia punya keluarga.

Dan saat ini luna sedang membantu persiapan pernikahan Satya dan Tara.
Satya sudah yakin 100% jika Tara adalah pelabuhan terakhirnya dan jika dilihat dari usia satya yang sudah masuk kepala tiga dia sudah dikatakan matang untuk berkeluarga.
.
.
.
.
.
Luna terus mondar mandir dalam rumahnya, sesekali menoleh pada sebuah dress berwarna soft nude yang tergelatak diatas tempat tidur.

Dress itu akan ia kenakan diacara wedding satya, Luna bingung karena ini masih belum bersiap padahal waktu sudah siang, alasannya ia tidak tahu harus memakai makeup seperti apa ia sendiri tidak bisa berdandan.

Sebenarnya ia bisa mempersiapkan dirinya ditempat acara secara Luna bagian dari keluarga yang punya acara, tapi bagaimana lagi Galang mengajaknya untuk datang bersama mau tak mau ia harus menunggu Galang dirumah dan sekarang ia bingung sendiri. tak mungkin hanya berdandan asal-asalan secara ini acara besar salah satu anak dari pengusaha terkenal, Luna tak ingin mempermalukan dirinya dengan makeup seadanya.

Tersenyum saat mengingat sesuatu diambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
.
.
.
.
Setibanya ditempat orang yang yang tadi dihubungi, melangkah masuk dengan wajah sumringah.

"Ka Luna udah datang"seorang gadis cantik menghampiri dan memeluknya

"Cindy beneran mau bantu kakak?"tanya Luna pada gadis yang ada dipelukannya.

Ya Luna memilih minta bantuan adik Galang untuk mendandaninya karena dirinya tau Cindy sangat berbakat dalam makeup dan Cindy sendiri sangat antusias saat calon kaka iparnya minta bantuan dirinya dan disinilah mereka si dalam kamar Cindy dengan berbagai alat makeup didepan mereka.

"Kak Luna cantik tau apalagi kalau di poles sedikit ka Luna tambah sempurna"ujar cindy sambil memoles BB cream pada wajah luna

"Cindy bisa aja ka Luna cantik darimana wajah kak Luna bulet gini, apalagi kalo kata kak Galang pipi kaka kaya bakpao"Luna memanyunkan bibirnya, Cindy tertawa melihat calon kaka iparnya terlihat lucu dengan bibir manyun.
.
.
.
Galang memasuki rumahnya matanya sibuk melirik kesekitarnya, ia tau jika gadisnya ada disini Luna sendiri yang memberi tahunya, memilih langsung melangkah kekamar atas menuju kamar adiknya.

'Toktok'

"Cindy apa kak Luna ada didalam"

"Iya kak, aku lagi bantu ka Luna bersiap, kata kak Luna kak Galang juga segera bersiap biar ga telat"ujar Cindy dari dalam kamarnya, Galangpun melangkah kekamarnya.
.
.
Mengenakan setelan jas warna hitam dengan dalaman kemeja warna abu-abu dan dasi  dan celana warna hitam serta pantopel mengkilat warna hitam juga. menyempurnakan ketampanannya dengan rambut yang ditata rapi galang duduk di ruang tamu menunggu Luna.

SETULUS CINTA LUNA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang