HAPPY READING...
Semilir angin di siang hari menyapa dua orang yang tengah asik menikmati es kelapa muda di tepian pantai yang nampak lengang. Riko dan Luna dua orang yang menikmati suasana itu.
Sesekali Riko melirik gadis yang duduk disebelahnya, gadis yang saat ini sedang tersenyum cerah, secerah siang ini, Riko pun ikut tersenyum.
"Ah gue ga nyangka kita akan bertemu hari ini"ujar Luna antusias
"Gue masih gak percaya alasan kesini pengen ketemu gebetan baru Galang, taunya malah ketemu nih bocah"Riko mengusak gemas rambut Luna
"Dari mana lu tau kalo Galang punya gebetan disini?"
"Gue ngeliat dari perubahan Galang dan Juan yang kasih tau kalo alasan perubahan sikap galang itu karena gadis bernama Dara yang gak lain adalah lu"riko kembali mengacak-acak rambut Luna.
"Itu tangan kebiasaan banget sih"ketus luna merapikan rambutnya, Riko hanya nyengir entah kenapa peraaannya sangat bahagia saat ini.
"Rik banyak banget yang mau gue tanyain tentang Galang"
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Galang setelah gue pergi dan kenapa Galang ga balikan sama Aurel?"sebenarnya Luna sangat penasaran dengan hal ini, ia ingin bertanya langsung pada Galang, tapi ia sendiri takut entahlah kenapa, dan saat ini ada riko didekatnya orang yang tepat untuk menjawab rasa penasarannnya.
"Lu ga pernah nanya sama Galang?"Riko kembali menatap lekat Luna
"Sebenarnya udah, dia bilang karena dia mencintai gue, tapi jujur gue masih penasaran gimana Galang bisa cinta sama gue sedangkan lu tau sendiri gimana bencinya dia sama gue dulu"Luna mengerucutkan bibirnya, Riko yang melihatpun tersenyum gemas.
"Oke bakal gue ceritain"Luna membenarkan posisi duduknya siap mendengarkan cerita Riko.
"Galang tau lu pergi setelah masuk kampus, dia denger pas Nadine dan Laras ngomongin lu, gue ga cerita sama dia karena jujur saat itu gue kesal sama Galang"Riko menjeda sejenak
"Gue liat perubahannya setelah satu minggu kepergian lu, Galang mungkin ga sadar saat itu, tapi gue bisa lihat perubahannya, dan itu terjadi dari hari ke hari, emosinya makin ga bisa ke kontrol, dia juga lebih banyak melamun"Luna masih menatap penasaran mendengarnya dan Riko mengerti.
"Bukan hanya sikap dan sifat Galang yang berubah, bahkan penampilannya berubah drastis, rambut acak-acakan, muka kusam, kantong mata hitam dan berat badannya turun drastis, Galang keliatan kurus dan kaya orang ga keurus"
'Hiks'
Riko berhenti bercerita saat mendengar sebuah isakan, menoleh pada seseorang yang ada disampingnya. Riko dapat melihat Luna yang mulai berkaca bahkan beberapa bulir telah lolos dari mata indahnya.
"Lu baik-baik aja"gurat wajah Riko merasa sedikit khawatir, Luna mengangguk sambil menghapus airmatanya.
"Lanjut Rik"ujarnya.
Riko menghela napas dan melanjutkan ceritanya.
"Pada dasarnya sifat kalian berdua itu sama, keras kepala berkali-kali gue bilang kalau galang kangen sama lu, tapi dia selalu ngelak bibirnya selalu mengatakan kalau dia baik-baik aja, dan bahagia saat ga ada lu didekatnya. Tapi sikapnya ga bisa bohong penampilannya makin kacau, puncaknya dia pernah ngamuk menghancurkan kamarnya dan melukai dirinya, gue bisa ngeliat kalau Galang frustasi banget saat itu dan dia ga bisa ngelak lagi, kalau dia kehilangan lu dan sangat merindukan lu".
"Hiiks...hiiks"
Bukan sebuah isakan lagi yang Riko dengar tapi tangis sesegukan dari seseorang disampingnnya, Luna menangis hatinya sakit mendengar cerita Riko tentang keadaan galang saat itu, ia tak tau jika kepergiannya membuat Galang menderita.
KAMU SEDANG MEMBACA
SETULUS CINTA LUNA (END)
RomanceCOMPLETED Luna amat mencintai Galang, tapi Galang sangat membencinya. Luna mengharapkan Galang, tapi Galang mengharapkan gadis lain. Mampukah Luna mendapatkan cinta Galang ketika hati Galang yang masih mencintai mantan kekasihnya. Mampukah Luna teru...
