Davian sudah sadar, tapi dia tidak ingin Dirla tau. Saat ini Davian dan Jesen sedang berbicara di ruang inap Davian."Jessica, semua gara-gara wanita picik itu. Seharusnya aku nurutin apa kata kamu, buat enggak pacaran dengan wanita seperti itu" ujar Davian dengan nada marahnya.
"Nyesel kan? Dulu kamu di butain sama cintanya Jessica, dia emang sahabat kita. Tapi dia udah berlebihan Dav". Davian hanya diam mendengar ucapan sahabatnya. Sampai pintu kamar inap Davian terbuka.
"Hay dokter Jesen. Gimana kondisi suami saya yang pembohong handal ini? Apa dia bohong lagi kalo dia ngerasa sakit? Atau semua obatnya di buang? Hmm sepertinya semua yang saya ucapkan di lakukan olehnya". Dirla berjalan masuk dengan wajah kesal dan mata yang sembab, semua orang pasti tau kalau Dirla habis menangis.
"Hay Dir, kayanya kamu kurang tidur ya? Mata kamu sembab banget" jawab Jesen yang sekarang menatap Dirla. Sebenarnya dia tau kalau Dirla habis menangis dengan waktu yang cukup lama "Oh ya? Padahal udah di tutupin make up, tapi masih keliatan juga". Jawab Dirla sambil sedikit menambahkan suara penekanan yang sengaja dia buat.
"Kalo gitu aku keluar dulu, mau ngecek pasien yang lain" Jesen langsung buru-buru keluar, karna dia tau, pasti Dirla akan marah-marah lagi. Dia itu tipe perempuan yang sulit di tebak. Jadi Jesen sedikit was-was dengan dirinya.
Dirla memberikan map ke Davian dan Davian menerima map itu dengan bingung. "Aku gak butuh semua perusahaan kamu, aku bukan perempuan matrealistis Dav. Aku udah punya perusahaan aku sendiri, jadi aku gak butuh itu. Dan Jessica, aku baru tau kalau sekertaris sexy kamu itu ternyata mantan pacar kamu. Aku akan ngerawat kamu sampai kamu sembuh dan kamu bisa kembali ke Jessica".
Dirla bicara dengan raut wajah yang sulit di artikan. Berbeda dengan Davian, rahangnya mengeras menahan amarah yang ingin meluap dari dirinya.
"Aku gak butuh sembuh buat balik ke perempuan picik itu, aku lebih baik mati Dir. Yang aku mau kamu Dirla, bukan Jessica. Dia cuma masa lalu aku yang menyakitkan dan kamu masa depan aku, aku mau-"
Belum sempat Davian melanjutkan ucapannya, Dirla sudah terlebih dulu mencium bibir Davian dan melumatnya. Davian dengan senang hati membalas lumatan dari Dirla. Tanpa mereka sadari Dirla mulai mengerang keniknatan dengan ciuman yang dia mulai.
Dirla menghentikan ciuman itu dan menatap Davian, hidung dan dahi mereka saling bersentuhan. "Jadiin aku milik kamu seutuhnya Dav, jadiin aku wanita yang sempurna karna udah miliki kamu".
Davian menjauhkan wajah Dirla dari wajahnya, dia bingung dengan maksud perkataan Dirla. "Ini bukan kamu Dir, karna Dirla wanita yang menjunjung tinggi ke hormatannya. Apa karna aku mau mati, jadi kamu rela ngasih hal yang sangat berharga di diri kamu? Kamu kasihan sama aku?". Kali ini suara Davian sedikit meninggi.
"Dav, aku istri kamu, jadi aku berhak buat ngasih apa yang ada di diri aku, dan ter-".
"Sandirawa!!! Kamu yang bilang ini semua sandiwara Dirla Akifa Arkan!! Tapi kenapa setelah kamu tau aku mau mati, kamu rela ngasih semua itu? Aku gak butuh kamu kasihani Dir, aku gak butuh. Aku cuma mau di sisi kamu, dengan sikap kamu yang seperti biasa".
Pertama kalinya, ini pertama kalinya seorang Davian marah di depan Dirla. Dengan wajah yang emosi dan membanting penyanggah infusan. Dia benar-benar marah saat ini.
"Ada apa ini?" tanya Nesya yang baru saja datang karna mendengar keributan. "Kalo kamu datang cuma karna kasihan, terimakasih. Aku bisa ngerawat diri aku sendiri Dirla, kamu gak perlu khawatir kalau para netizen bilang kamu bukan istri yang baik. Aku akan nurutin mau kamu, aku akan buat sandiwara ini selesai".
Dirla sedih mendengar ucapan Davian. Segitu jahatnya kah dia? Padahal Dirla bukan wanita yang seperti itu. Dia cuma mau Davian senang dengan kehadirannya. "Aku minta maaf atas apa yang udah aku lakuin ke kamu. Maaf ganggu waktu istirahat anda Mr Axton". Dengan mata yang berkaca-kaca Dirla meninggalkan ruangan Davian, di ikuti Nesya dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love
Romance{COMPLETED} WARNING. Follow dulu ya, biar bacanya enak dan ga ada hambatan. #1 WcaIndonesia. - 20/4/19 Rasa cinta ini membuat seorang Keynanta bingung, seharusnya cinta ini gak boleh terjadi. Dia mencintai saudara perempuannya sendiri. Dia gila? Y...
