Seluruh keluarga Dirla tengah berada di ruang keluarga, ada yang sedang mengerjakan pekerjaan kantor dan bermain game di ponselnya. Sedangkan Darrel sedang menyusun mainan lego yang baru saja di belikan oleh Niko, dia sangat serius menyusun lego yang hampir berbentuk seperti rumah. "Kayanya bakat kak Dirla nurun ke Darrel deh, Darrel, Darrel mau seperti momy yang membuat gedung-gedung bagus ya?".
Darrel menghentikan aktifitasnya dan menatap Niko kemudian dia menggelengkan kepala. "Darrel mau jadi polisi seperti baba, tangkep orang jahat" jawabnya sambil asik memainkan lego, Niko sangat gemas dengan Darrel, dia pun mengecup pipi Darrel berulang-ulang sampai Darrel kesal di buatnya. "Stop,,, uughh,,, uncle i dont like your kiss" teriak Darrel sambil mendorong Niko. "Dady,,, help me" Davianpun menghampiri keduanya dan mendorong tubuh Niko menjauh dari Darrel.
"Kalo di bilangin sekali jangan ngeyel, potong nih uang jajan" ucap Davian sambil menggendong Darrel. "Ampun-ampun bosskuuhh, uang anda sangat berarti untukku" Niko memeluk kaki Davian dengan wajah yang memelas. "Darrel, maafkan uncle Niko yang imutnya dan gantengnya kelewatan ini ya nak". Darrel tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Kamu yakin mau pergi sekarang?" terdengar perkataan Dirla yang baru saja datang bersama Barend, dia sudah rapih dengan tas ransel yang melekat di punggungnya. "Baba,,,," Teriak Darrel dan Davian menghampiri Barend untuk memberikan Darrel ke gendongan Barend. "Uh,, apa sayang? Jangan nakal ya disini, jadi anak yang baik dan turuti perkataan momy and dady".
"Plese dont go baba, i want stay here with you. plese baba" wajah Darrel terlihat sangat sedih dan memohon agar babanya tidak pergi. "Baba harus menangkap penjahat, baba harus jagain yaya dan papous dari penjahat" lagi-lagi hanya itu alasan yang bisa di buat oleh Barend, dia memang sering di meninggalkan Darrel tugas, tapi dia terus melakukan vidio call dengan anak itu dan ini akan berbeda dari bisanya.
"Baba, janji ya akan kembali jemput Darrel and momy. Darrel nanti tunggu baba di depan pintu sambil bawain teh buat baba, nanti momy akan buatkan baba cake yang enak" mata Barend terasa panas mendengar perkataan Darrel, hatinya sedikit terluka mendengar Darrel yang akan menunggunya. "Oke, tunggu baba ya sayang" Barend mencium Darrel dan memeluknya, dia akan sangat merindukan putranya.
"Aku antar kebandara Bar" ujar Davian. "No no, aku udah manggil taxi dan sepertinya sudah sampai" Barend menurunkan Darrel dan mengecup keningnya. "Baba berangkat dulu, kamu main sama uncle dan aunty di ruang bermain ya, ingat harus jadi anak baiknya baba" lagi-lagi ada perasaan tidak rela berpisah dengan darrel. "Dav. aku berangkat dulu ya" Barend memeluk Davian singkat. "Hati-hati dijalan".
Dirla yang daritadi sudah tak bisa menahan air matanya kini langsung memeluk Barend. "Dont cry, Hey,,, darrel liat kamu nangis, dia aja ga nangis" Barend memeluk Dirla erat, semua moment dengan wanita itu melintas di fikirannya. "Aku akan sangat merindukan kamu dan Darrel" Pelukan mereka terlepas saat seseorang memberi tau kalau taxinya sudah menunggu. Mereka mengantar Barend menuju taxi depan mansion "Baba,, Darrel tunggu baba, Darrel tunggu baba jemput, bay bay".
Barend mengangguk sebelum masuk kedalam taxi. Darrel terlihat menahan tangis, dia merapatkan bibirnya sambil sesekali menyeka air matanya yang jatuh. Davian mengsejajarkan tubuhnya dengan Darrel, di usap kepala anaknya yang berusaha tidak mengeluarkan isakan tangis "Its oke, Darrel kan hebat. Tapi, orang hebat juga bisa menangis kok, gapapa kalo darrel mau nangis". Tangis Darrel tiba-tiba pecah sambil menyebut nama babanya. Davianpun langsung memeluk Darrel dan membawa anak itu masuk kedalam kamar.
Sedangkan Barend, diapun tak bisa menahan kuasa di dalam taxi, tangisnya pecah melihat kearah Darrel yang menangis. Hatinya sakit, tapi dia tidak bisa egois dan membawa Darrel bersamanya. "Yang sehat ya nak" dia memandang foto Darrel dan Dirla yang menjadi walpaper handphonenya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love
Romance{COMPLETED} WARNING. Follow dulu ya, biar bacanya enak dan ga ada hambatan. #1 WcaIndonesia. - 20/4/19 Rasa cinta ini membuat seorang Keynanta bingung, seharusnya cinta ini gak boleh terjadi. Dia mencintai saudara perempuannya sendiri. Dia gila? Y...
