Dirla menunggu Davian dan Rahezal di operasi di tempat duduk yang jauh dari Kea, dia tidak ingin adiknya marah lagi padanya. Dia hanya di temani Nesya, Sean dan Arga. Sampai dokterpun membawa Rahezal lebih dulu keluar dari ruang oprasi, reflek Dirla langsung berlari menghampiri kakaknya itu. "Gimana kakak saya dok?" tanya Dirla. Dokter itupun tersenyum. "Oprasinya berjalan lancar, setelah Mr.Hernando di pindahkan di ruang inap, dia akan segera sadar" Kea menjauhkan tangan Dirla yang dari awal memegangi tangan Rahezal. "Ayok sus, bawa dia ke ruang inap" suster itupun kembali mendorong ranjang Rahezal menuju ruang inap bersama Kea.
"Soal Mr.Axton, sempat ada kendala dalam oprasinya dan sekarang kondisinya kritis". Dirla hampir saja pingsan kalau Ken tidak sigap memegangnya. Tak lama suster mendorong ranjang Davian keluar dari ruan oprasi. Dirlapun menghampiri Davian dan memegang tangannya. "Bertahan Dav, kamu harus sadar. Demi aku dan demi bayi kita, aku akan selalu disini dan menuhin janji aku ke kamu, kamu harus kuat". Ken menarik tangan Dirla agar Davian dapat di pindahkan keruang ICU.
"Aku mau nyusul Davian" tangan Dirla di cekal saat dia ingin menyusul Davian. "Kamu belum makan, kita makan malam sekarang" ujar Ken yang hendak merangkul Dirla, sedangkan Dirla langsung menjauh dari Ken. "Aku mau makan di luar sama Sean, Kea butuh kalian untuk menghiburnya. Ayo Sean" Dirla berjalan lebih dulu di ikuti Sean dari belakangnya.
Arga langsung menghajar Kendranata saat Dirla sudah tidak terlihat lagi, Arga terlihat sangat marah terhadap Ken. "Dulu kamu bilang akan menjaga Dirla dan sekarang malah kamu terus menyakitinya. Sumpah ya Ken, kalau sampai terjadi sesuatu sama Dirla dan bayi yang di kandungnya. Aku akan bawa dia pergi jauh dari kamu". Arga mendorong tubuh Ken dan menarik tangan Nesya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Key sangat tidak terima ayahnya di perlakukan seperti itu karna ulah kembarannya. Dia langsung menghampiri Kea dengan kesal di ruang inap Rahezal. "Sikap kamu ke Queen udah kelewatan Kea, dia kakak kamu dan ga seharusnya kamu bicara serti itu". Kea tersenyum sinis kearah Key. "Kenapa? Aku ngucapin semua fakta, Kak Key, ayah, kak Rolan, Om-om kita dan bahkan tunangan aku sendiri lebih merhatiin kak Dirla. Aku ga terima itu".
Key memegang kedua bahu Kea dan menatapnya lekat. "Ya Tuhan Kea, dia kakak kita. Dia selalu ngasih apapun yang kamu mau saat ayah larang, dia yang ngasih seribu alasan saat kamu pulang malem, dia yang selalu jadi tameng buat kamu saat kamu melakukan kesalahan. Dimana hati kamu Kea?" Kea langsung menepis tangan Key dan mendekat kearah ranjang Rahezal.
"Tapi aku sadar, itu emang tugas dia sebagai seorang anak angkat. Dia pantas mendapatkan ucapan seperti itu, dia ngambil kasih sayang kalian buat aku, aku benci dia".
"Dia tidak pantas di benci, Kea dia kakak kamu. Dia anak bunda sama seperti kalian, bunda ga suka kamu bicara seperti itu" Kea melihat kearah Natha yang baru saja datang bersama Key, terlihat wajah Key lebam di daerah pipinya. Kea langsung menghampiri dan memegang lebam itu. "Ayah kenapa?" tanya Kea yang mengalihkan pembicaraan bundanya.
"Dirla engga pantas di benci, dia pantas di cintai dan di lindungi. Kea kamu melanggar ucapan kamu dulu untuk tidak iri dengan kakak kamu. Perkataan kamu menyinggung perasaannya". Kea menutup telinga dengan kedua tangannya, dia seperti tidak ingin mendengar semua orang membicarakan Dirla.
Key yang kesal menarik tangan Kea dan mendorong tubuhnya kedinding dengan kedua tangan yang di cekal Key. "Tanpa Kak Dirla kamu ga akan kenal Rahezal, tanpa Dirla kamu ga akan pernah tunangan sama pria itu. Kamu harus ingat, Rahezal dan queen punya ikatan darah. Menurut aku, tunangan kamu itu akan kecewa karna kamu menyakiti hati adiknya". Key sangat kesal, dia menyadari kesalahannya dulu. Tapi ucapan Kea benar-benar sudah kelewatan.
Key meninggalkan ruangan itu dengan kesal. "Kamu anak bunda sayang, Dirla dan Key juga anak bunda. Coba kamu ingat, apa pernah kamu mendapatkan hidup serumit Dirla? Bahkan di hidupnya yang rumit dia ga mau nyusahin orang lain Kea, dia menanggung semuanya sendiri dan malah membantu kita agar bahagi tanpa memperdulikan dirinya". Natha menepuk bahu Kea, membuatnya sedikit berfikir perbedaan kisah hidup dirinya dan Dirla.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love
Romansa{COMPLETED} WARNING. Follow dulu ya, biar bacanya enak dan ga ada hambatan. #1 WcaIndonesia. - 20/4/19 Rasa cinta ini membuat seorang Keynanta bingung, seharusnya cinta ini gak boleh terjadi. Dia mencintai saudara perempuannya sendiri. Dia gila? Y...
