FL.44

299 16 0
                                        

Kea menguatkan dirinya dan tetap berada di samping Rahezal, dia tidak ingin pergi dari tempat itu, bahkan dia belum melihat keadaan Dirla dan ponakannya yang baru saja lahir.

"Zal, aku baru inget kalo boneka yang kamu beliin ketinggalan di mansion Davian, untung kita belum berangkat ya jadi aku nyuruh Niko buat ambil bonekanya deh. Hmm,, Zal, wajah kamu pucet banget tau, cepet sadar ya sayang, aku akan selalu mendampingi kamu" Kea tidak bisa menahan tangisnya saat berada di samping Rahezal, apa lagi saat dia mengingat luka yang dialami Rahezal sangat parah karna peluru itu berhasil mengenai lambung dan hampir mengenai jantung prianya itu.

"Kamu pembohong Zal, kamu janji akan dateng cepat dan ga akan terluka. Kamu bohong, kamu terluka sangat parah, kamu ga nepatin janji kamu. Kamu udah ga sayang aku, kita akan menikah Zal, kamu akan menjadi suami aku seminggu lagi. Katanya kamu mau lihat aku makai gaun pengantin di acara pernikahan kita, katanya kamu mau muji aku sebagai mempelai wanita tercantik melebihi kak Dirla. Ayo bangun sayang, buktiin ke mereka kalau kamu berhasil melawan luka itu, aku disini sayang". Keapun menundukkan wajahnya sambil menciumi tangan Rahezal, beberapa jam yang lalu dia dan Rahezal sangat bersemangat untuk kepulangan mereka ke Indonesia dan semua itu berubah beberapa jam kemudian.

"Kea,,, Rahezal" Kea langsung menegakkan wajahnya untuk melihat wajah tunangannya. Terlihat air mata Rahezal keluar dari matanya yang terpejam, di usap rambut Rahezal dan di ciumi keningnya oleh Kea. "Aku tau kamu denger semua perkataan aku, Kamu harus bangun sayang" Ken memegang bahu Kea untuk menguatkannya.

"Kea, kamu bisa keluar sebentar. Kamu belum makan sayang, kamu bisa sakit kalau kamu terus-terusan seperti ini. Biar Rahezal ayah yang jagain, orang tua Rahezal juga sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit". Kea mengangguk mengiyakan perkataan ayahnya dan berjalan keluar dari ruangan Rahezal.
Di luar ruangan Rahezal, Key dan Natha sudah menunggu Kea untuk keluar. Saat melihat Kea keluar dari ruangan itu Natha langsung menghampiri Kea dan memeluk anaknya itu.

"Kamu pasti kuat sayang, kamu ga boleh terlihat lemah saat Rahezal bangun nanti. Masa calon pengantin kita mukanya kurus karna ga mau makan, sekarang kamu makan dulu ya" Natha menuntun anaknya untuk duduk di bangku yang tak jauh dari ruangan Rahezal.

"Bunda, aku,, aku ga mau di tinggal Rahezal, kita mau menikah bunda, dia juga udah ga sabar pengen liat aku makai gaun pengantin di hari pernikahan kita nanti. Tapi, tapi kenapa semua ini terjadi bun, kenapa Tuhan buat scenario seperti ini?" tangis Kea kembali pecah, dia tidak habis fikir dengan kejadian ini. Key berjongkok di hadapan Kea dan memegang tangannya. Dia ingin jujur kalau semua ini salahnya, tapi waktunya tidak tepat.

Di usap air mata Kea yang jatuh di pipinya dan kembali menggenggam tangan Kea. "Kamu ga boleh bicara seperti itu, kamu harus berfikir positif kalau Rahezal akan cepat sadar dan kalian bisa langsung ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan kalian. Oya, kamu belum melihat anak kak Dirla kan? Gimana kalau setelah makan kita lihat baby yang udah kamu tunggu-tunggu". Kea mengangguk dan mengusap air matanya, sedangkan Natha sedikit lega melihat senyum terukir di bibir Kea.

Kea mulai melahap makanan yang di suapkan oleh Natha, dia makan sambil berbincang tentang anak Dirla, karna Kealah yang tidak sabar ingin menggendong bayi itu. "Udah bun, aku udah kenyang" Natha menutup kotak bekal yang dia bawa dan memberikan Kea botol minum. "Ayo kakak gendong, kita keruangan kak Dirla" Key berjongkok membelakangi Kea dan dengan senang hati Kea menaiki punggung kakaknya itu. "Let's go,," ucap mereka berdua serempak sebelum berjalan kearah ruang inap Dirla.

Kea dan Key langsung masuk keruang inap Dirla dengan hati-hati karna Dirla masih terlelap dalam tidurnya. "Hay,, aunty" sapa Kea ke Dera dan Woonsen dengan nada yang sangat pelan, setelah itu dia menghampiri ranjang box tempat babynya Dirla tertidur. "Wahh,,, kamu sangat tampan, hai,, Darrel, aunty here" ucap Kea sambil memasukkan tangannya ke box untuk memegang Darrel. Tiba-tiba saja anak itu terbangun dan menggenggam jari telunjuk Kea. "Babynya bangun bunda, ah,, bunda dia tersenyum".

Forbidden Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang