Barend mulai bertemu dengan beberapa klien untuk membuat bisnis barunya, dia mulai membuka cabang wine di beberapa tempat di London. Barend menelusuri jalan sambil menggukan earphone, dia mendengarkan suara Darrel yang sedang bernyanyi dan itu cukup membuat hatinya tenang. Sampai suara telfon senyadarkannya "Iya, aku sudah sampai" ucapnya dalam telfon, kemudian masuk kedalam restaurant dan mencari seseorang orang yang memang janjian bertemu dengannya. "Barend" seorang wanita melambaikan tangan kearahnya dan dia mulai berjalan menghampiri wanita itu.
"Hay apa kabar? akhirnya bisa datengin kamu ke London loh, pasti jadi polisi dan ngurus pabrik wine itu sangat sulit ya ampe buat kamu super sibuk" Wanita di hadapannya ini adalah teman Barend saat dia masih bersekolah di Swiss.
"Ah biasa aja, kamu apa kabar sekarang? aku dengar kamu akan menikah lusa?" walaupun mereka baru bertemu lagi sekian lama, tapi mereka tidak merasa canggung. "Iya, kamu harus dateng sama Darrel. Ajak dia ya, aku penasaran banget sama dia, abis cuma bisa liat di nistagram kamu doang sih". Barend sangat suka mengupload foto-foto Darrel, mungkin banyak yang bertanya siapa ibu dari Darrel, karna Barend tidak pernah memasukkan foto Dirla. Dia mengupload foto Dirla saat sedang masak atau melakukan aktifitas lainya tanpa memperlihatkan wajah Dirla.
"Quensy, sorry ya telat" panggil seorang pria yang baru saja datang. "Its oke Dav, oya Bar, kenalin dia Davian pemilik Axton.inc dan dia juga lagi coba buka cofee gitu jadi aku mau ngerekomendasiin kamu ke dia". Barend tidak terkejut, dia hanya menggelengkan kepalanya dan menarik ujung bibir sebelah kanannya. "Apa kabar Dav?" sapa Barend sambil mengarahkan tangannya kehadapan Davian dan Davianpun menjabat tangan Barend. "Baik, selamat datang di London".
"Wahh,,, kalian udah saling kenal? kalo gitu kenapa kamu ga langsung buat kerjasama aja sih?" tanya wanita itu yang cukup penasaran dengan keduanya. "Hanya kurang komunikasi, Davian ini kan super sibuk, pria terpandang yang sangat di hormati oleh semua kalangan, pengusaha muda yang sukses" Davian memandang Barend dengan tatapan taksuka, dia tau semua makna di balik kalimat yang di lontarkan Barend. "Aku harus ke toilet, kalian bicarakanlah bisnis kerjasama ini".
"Bagaimana kabar istri dan anakku?" pertanyaan yang Davian lontarkan penuh penekanan. "Kamu meragukanku? mereka akan selalu aman denganku dan baik-baik saja, tepati perkataanmu Dav atau kamu akan benar-benar kehilangannya". Davian tak merasa terancam dengan perkataan Barend. "Aku sudah bilang, mereka milikku dari awal dan akan aku ambil kembali mereka". saat mereka sedang bicara, tiba-tiba telfon Barend berdering dan dia tersenyum sinis menatap Davian saat dia melihat nama dilayar ponselnya.
"Iya baby ada apa?" tanya Barend dan dia mulai menekan mode speker agar Davian mendengar percakapan keduanya. "Baba, kita jadi jalan-jalan kan? aunty Lula ribet baba, pipi Darrel di cubit" Barend langsung terbayang wajah cemberut Darrel. "Iya, nanti biar baba omelin aunty Lula. sekarang Darrel di dekat momy ga?" Davian mengepalkan tangannya, dia terlihat menahan marah dan rindu mendengar suara putranya yang terdengar sangat manja ke Barend. "Tidak, Darrel kabur baba, Darrel ngumpet di kamar baba trus ambil ponsel momy".
"Darrel, ada daddy Davian disini. ayo sapa, katanya kamu rindu" Davian membulatkan matanya saat Barend menyebut namanya. "Daddy, daddy. wher are you going, daddy i realy miss you. Daddy, do you miss me?" Davian menangis mendengar perkataan Darrel yang sangat merindukannya, diapun amat sangat merindukan putranya.
"Hmm,,, daddy juga sangat rindu Darrel. Darrel jangan beritau momy ya kalau Darrel bicara sama daddy".
"Kenapa daddy? daddy ga rindu momy? momy marah ya sama daddy?" Barend hanya tersenyum haru mendengar perkataan keduanya. "Darrel,,,," terdengar teriakan suara Dirla dari telfon. "Darrel jangan nakal ya, turuti perkataan momy dan baba. Tunggu daddy, daddy akan dateng ke Darrel". setelah itu dia langsung memutus sambungan telfon Darrel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love
Storie d'amore{COMPLETED} WARNING. Follow dulu ya, biar bacanya enak dan ga ada hambatan. #1 WcaIndonesia. - 20/4/19 Rasa cinta ini membuat seorang Keynanta bingung, seharusnya cinta ini gak boleh terjadi. Dia mencintai saudara perempuannya sendiri. Dia gila? Y...
