Lai Guanlin pria berkebangsaan China, dengan tatapan mata tajam tengah mengerahkan seluruh tenaganya, melumpuhkan 5 lawan sekaligus dalam gang yang tak begitu luas dan jarang dilewati orang.
Ia menyeka darah segar yang mengalir disudut bibirnya.
Membuang salivanya yang becampur dengan darah keaspal.
Tangannya terkepal kuat, melayangkan tinju ke kedua orang sekaligus.
Menendang perut pria tambun yang berusaha menyerangnya dari belakang.
Seringaian tipis tercetak jelas diwajahnya, membuat dua orang yang mencoba bangkit untuk menyerang kembali, mengurungkan niatnya.
Satu pria dengan banyak piercing ditelinganya dan tatto gagak hitam diceruk lehernya memberi aba-aba untuk segera menyudahi perkelahian ini.
"kalian menyerah? Ahh.. Aku tidak tau kalau akan secepat ini kalian menyerah."
Pria dengan banyak piercing ditelinganya itu seakan tak perduli dengan ucapan Guanlin.
Ia melangkah maju dengan rahang mengetat, kemudian memberikan tas yang ia rampok tadi kepada Guanlin.
"ahh.. Kalian membuang tenagaku, kalau akhirnya kalian memberikan tas ini dengan cuma-cuma.
Padahal aku ingin membuat kalian benar-benar tidak bisa bankit lagi dari kasur."
Guanlin merebut kasar tas tersebut, kemudian menyampirkannya kebahu.
"jangan harap kalian bebas begitu saja, eoh!!"
🌿🌿🌿
Hwang Sinb, gadis berparas cantik, bersurai hitam panjang dan wajah cold face but warm heart.
Ia sudah sering mendapat gelar cold face, dan ia tak masalah soal itu, karna ia mengakuinya, sangat-sangat mengakuinya. Jantungnya berdebar kencang kala membuka pintu, ia dihadapkan dengan sosok pria dengan luka lebam diseluruh wajah, jangan lupakan dengan sudut bibirnya yang sedikit robek dan memar ditangannya.
Sinb berkacak pinggang, menatap pria didepannya yang hanya mengeluarkan cengiran lebar.
Kemoceng dalam genggaman Sinb, ia arahkan kewajah pria didepannya dengan raut marah.
"YAKK!! LAI GUANLIN!! KAU BERTENGKAR DENGAN SIAPA LAGI, HAH!!"
Guanlin merebut kemoceng dari tangan Sinb, kemudian merangkul bahu sempit Sinb, membawanya masuk dan duduk disofa putih yang menghadap televisi.
"aku hanya membantu seorang wanita tua yang dirampok, sungguh!
Bahkan aku mendapat lencana dari polisi, karna berhasil mengempung 5 perampok tadi."
"benarkah? Aku tidak perduli!! Setidaknya fikirkan wajahmu bodoh!!
Bagaimana bisa seorang CEO games bergengsi, babak belur seperti ini!!"
Guanlin terkekeh, ia menangkup wajah Sinb dan mendaratkan kecupan ringan dibibir cherry Sinb.
"sebaiknya obati aku, badanku sakit semua." rengek Guanlin.
Sinb mendorong dahi Guanlin, kemudian bangkit berdiri.
"mau kemana?"
"mengambil baskom untuk menyirammu!!" balas Sinb ketus.
Guanlian tertawa, namun tawanya berganti ringisan karna merasa perih dan ngilu disudut bibirnya.
Sinb datang membawa baskom berukuran sedang, handuk kecil dan kotak p3k.
Ia menaruhnya keatas meja, dan duduk dengan posisi berhadapan dengan Guanlin.
Sinb mulai membersihkan darah yang sudah mengering dipelipis dan juga sudut bibir Guanlin.
Beberapa kali ia meringis, karna terlalu seram melihat luka pada wajah tampan Guanlin.
"kau terlihat cantik."
Sinb menekan luka disudut bibir Guanlin, membuat sang empunya memekik sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sinb with The Boys
Fanfictiononeshoot and drabble monggoooo dicek dulu, siapa tau aja suka.. karya baru lagi dari aku 😘😘😘
