BAB 17

8.6K 409 4
                                        

Sesuai janjinya, Will menjemput Alle untuk makan malam bersama. Alle masuk disalah satu restoran yang berada dekat dengan toko kue nya. Kehadiran Will bersama Alle menyita perhatian beberapa orang di tempat itu. Tapi Will meyakinkan Alle bahwa tak kan ada yang berani mengangkat berita kedatangannya ditempat itu. "Mereka tak kan berani. Aku sudah pesan tempat untuk kita." Ucap Will.

Tempat itu membuat Alle kagum dan tersenyum terharu. Hiasan lampu di ranting pepohonan itu membuat langit malam dipinggir sungai itu terasa hangat.

Will menuang sebotol anggur hitam ke dalam gelas Alle

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Will menuang sebotol anggur hitam ke dalam gelas Alle. "Ini tak kan membuat mu mabuk."Kata Will seoalah membaca pikiran Alle. Alle menyesap anggurnya.

"Jadi, aku ingin tahu bagaimana keluarga mu." Lanjut Will. Alle memotong daging dipiringnya dan berhenti sebentar. Sebelum berbicara, Alle membasahi bibirnya. "Ibu ku bercerai saat aku masih SMA." Jawab Alle lambat. Will menyesap anggurnya dan duduk diam tak menyentuh makannannya. Alle berhenti memotong dagingnya, menatap Will penasaran. "Kenapa tak memakannya?"

"Apa yang terjadi?"

"Ibu ku lumpuh, kecelakaan kerja. Dia seorang arsitek. Lalu ayah meninggalkan kami. Sejujurnya mereka sudah sering bertengkar. Ayah bukan laki-laki yang bertanggung jawab."

Will diam mendengarkan tanpa berusaha menginterupsi. Tapi kemudian mulai mengiris potongan daging dipiringnya. "Lalu Lori?"

"Lori sepupu ku. Ibunya adalah saudara Ibu ku. Kami tumbuh bersama. Lebih tepatnya, dia mengasuh ku. Ayah ku sering meninggalkan ku bersama nya."

"Lori wanita yang baik."

"Ya. Lalu bagaimana dengan mu sendiri?"

"Entahlah,orang-orang bahkan lebih mengingat semua hal tentang ku lebih baik dibandingkan dengan ku. Mereka mendapatkan uang dengan membuat berita tentang ku, Alle. Tapi aku senang untuk itu. Aku tak perlu menyimpannya seorang diri."

"Bagaimana tentang kebenaran nya?"

"Kebenaran untuk apa? Tentang apa?"

"Apa yang orang-orang ketahui tentang diri mu sendiri."

"Mereka semua benar, Alle."

"Maaf, tapi skandal hutang itu?" Alle berbicara pelan. Will berhenti mengunyah dagingnya dan menatap Alle serius. "Ayah ku bersalah, dan aku sangat malu. Bertahun-tahun aku menghadapi pertanyaan yang sama. Tapi mereka tidak merasakan penderitaan dari merasa malu bertahun-tahun."

"Aku ingin tahu kebenarannya, Will." Tutur Alle. Will menarik tangan Alle dan mengecupnya pelan.

"Kebenaran tentang hutang itu? Ayah Cecilia menghapusnya dari hutang pajak pendapatan kota. Aku menikahi putrinya, Cecilia Mia Brenan."

"Dan Jason?"

"Cecilia seorang pecandu narkotika. Dia meninggalkan Jason demi sebutir kokain. Aku tak tahu jika kehidupan malam Cecilia sangat kelam. Kau tau, pernikahan tak selamanya indah."

AFTER MORNING COMES (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang