NOVEL DEWASA. 2018. Copy Right. Qeryana Grail. Fiksi. Indonesia.
Musim dingin segara berakhir, dan Allegra harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mendapatkan uang. Mimpinya untuk bisa kembali tinggal bersama Ibunya harus terwujud, atau Allegra...
Langit gelap dan hujan mulai turun deras. Alle berteduh di salah satu toko. Jalanan mulai macet oleh kendaraan saat hujan seperti ini. Alle menggigil di tempatnya, tak punya jaket penghangat. Sialnya Alle karena dia tak membawa mantel dan ponselnya dalam keadaan mati. Kedongkolan Alle semakin bertambah saat tahu ban sepeda nya pecah. Alle menerka, menghitung jarak yang harus dia tempuh selama hujan turun.
Beberapa orang berlari menghindar dari hujan yang turun. Alle tak punya pilihan selain menempuh hujan. Tangannya membeku dan bibirnya membiru saat tiba di rumah. Pandangan mata Alle masih menangkap jelas sebuah mobil yang terparkir di depan. Terlebih seorang laki-laki yang yang sedang berdiri di depan bersama Lori. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi jantung Alle bersegup kencang saat mengenali sosok yang sekarang berdiri menatapnya.
Alle masih berdiri di sana dan tangannya tak sengaja menjatuhkan sepedanya. Mulutnya gemetar ingin berbicara saat laki-laki itu mendekatinya, berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Sama seperti hal nya Alle yang melepas sepatu miliknya saat melewati genangan air di persimpangan blok mengarah ke rumahnya.
Baju Will seketika itu juga basah dibasahioleh hujan yang turun deras. Betapa dia merindukan Alle. Lori sudah masuk ke rumah tak ingin menganggu keduanya. "Baiklah, kalian berdua bisa dibawah hujan bersama. Kalian benar-benar romantis..."Gumam Lori.
Alle tersenyum saat melihat Will yang semakin dekat dengannya. "Will..." Pekik Alle. Alle mengejar Will dan langsung mencium Will. Alle tak pernah tahu rasanya jika Will benar-benar lebih tinggi darinya. Bibir Will tak bisa berhenti karena rindunya pada Alle begitu besar. Kaki Alle menjinjit dan lengannya menarik leher Will.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku merindukan mu..." Ucap Will disela ciumannya. "Ku pikir kita harus masuk--"Pekik Alle. Will menangkap getaran bibir Alle dan mendengus cemas. "Kau menggigil." Will menarik Alle dan meninggalkan sepedanya tetap disana.
Lori segera mengambil handuk untuk Alle. "Cepat lepaskan baju mu. Kau menggigil."
"Aku akan tunggu disini." Will menyeka air diwajahnya. "Pakai ini. Keringkan tubuh mu." Kata Lori sambil menyerahkan handuk yang lain. "Terima kasih."