Suara desing ban memekakkan telinga terdengar dari sepeda motor yang berbaris rapi sesuai jalurnya. Tapi salah satunya adalah sepeda motor milik Chris yang masih diam di tempat. Laki-laki itu duduk di atas sepeda motornya sambil merokok selagi menunggu pertandingan sesungguhnya dimulai.
Lalu salah satu wanita datang membawa bendera hitam putih dan berdiri di belakang garis start. Chris suka dengan wanita itu, apalagi dengan kakinya yang jenjang. Perempuan itu mengedipkan mata pada Chris dan tersenyum menggoda.
Chris dan yang lain bersiap untuk balapan kali ini. Empat ribu Peso dalam taruhan kali ini. Uang sebanyak itu memang membuat mata terbelalak, apalagi untuk satu putaran pendek balap sepeda motor. Tapi Chris memang terlalu ahli ketika balapan, sangat kecil kemungkinannya dia pulang tanpa uang hasil taruhan.
Yakin pertandingan akan dimulai, Chris melempar puntung rokoknya asal ke aspal. Lalu perempuan itu menembakkan peluru ke langit, dan bendera diangkat tanda balapan dimulai. Suara sorak-sorak yang meneriakkan masing-masing unggulannya terdengar seiring dengung ban yang berputar.
Dua motor sudah melaju mendahului Chris, salah satunya mengacungkan jari tengahnya pada Chris saat melewatinya. Hal ini memantik amarah Chris, dia meludah sembarang dan meningkatkan kecepatannya. Hampir saja motornya mengena yang lain.
Sedikit lagi, motor Chris memacu kendaraan satunya. Dan seperti biasanya, Chris kembali menang. Begitu motornya berhenti, enam orang perempuan mengerubungi Chris dan bersorak. Tiga lawannya mendengus jengkel ke arah Chris. Chris tersenyum mengejek dan mengibaskan uang yang diterimanya, sekali lagi dia mengambil rokok dalam saku jaket kulitnya.
Seorang wanita masih bertahan menggandeng lengan Chris, berharap dapat menerima bagiannya dari Chris. Beruntung karena Chris dengan sifat dermawannya, memberikan empat lembaran uang Peso itu. "Akan ku berikan hadiah untuk mu, sayang." Bisik perempuan itu manja sambil menerima uang dari tangan Chris. Chris tersenyum simpul, lalu memandang perempuan itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Temani saja yang lain, manis." Tolaknya akhirnya.
Tentu saja wanita itu bukan tipenya. Tak ada yang lebih cantik dari Alle. Gadis manis yang punya dagu terbelah itu sangat unik. Hanya ada satu, milik Alle, yang Chris pernah temui. Apalagi dibalik wajahnya yang cenderung tirus, dengan rahang meruncing, tulang pipi Alle menonjolkan lesung pipi yang menawan.
Chris tak sadar tersenyum mengingat dia tak sengaja mengucapkan jika buah dada Alle cukup menarik. Sejujurnya Chris benar-benar bermaksud. Wanita itu memang punya buah dada yang menggoda. Berbeda dengan perempuan-perempuan yang Chris pernah temui, semuanya memiliki buah dada tak simetris.
"Hey bung!" Chris tersadar dari lamunannya setelah ditinggal wanita tadi. "Kau menang lagi, ingin mengencani siapa malam ini?" Tanyanya lagi sambil ikut menyalakan rokok dan duduk di atas motor milik yang lain. "Tak ada." Jawaban Chris dan senyuman mematikan itu, membuat lawan bicaranya takjub. "Wow, terpujilah Tuhan Yesus! Sejak kapan kau tak memuaskan diri mu dan bersenang-senang dengan uang itu?" Tantangnya lagi sambil memberi Chris sebotol air mineral. Chris membukanya cepat dan meneguknya. "Aku menginginkan yang lain." Jawabnya setelah itu.
"Masih bersama wanita itu?" Chris mengerti maksud Juan. "Bukan Mellisa. Dia membosankan." Jawab Chris cuek dan turun dari motornya. "Wanita baru lagi, huh? Kau punya dua puluh wanita dalam setahun. Harusnya kau mengidap HIV." Lalu olokan itu diakhiri tawa Juan. Chris memukul lengan Juan cukup kuat, membuat laki-laki itu berhenti tertawa. "Maaf, aku hanya bercanda."
"Aku tak meniduri semuanya, bung. Wanita baru ini sangat berbeda. Dia tak menginginkan ku."
"Christo Polo Levesque akhirnya bertemu wanita yang tak menginginkannya, hah! Itu luar biasa." Lanjut Juan. Pandangan mata Chris kosong, pikiran tentang Alle dan Armando membuatnya takut. Jika Alle benar memiliki hubungan khusus dengan Armando, dia akan habisi Alle.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER MORNING COMES (END)
RomanceNOVEL DEWASA. 2018. Copy Right. Qeryana Grail. Fiksi. Indonesia. Musim dingin segara berakhir, dan Allegra harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mendapatkan uang. Mimpinya untuk bisa kembali tinggal bersama Ibunya harus terwujud, atau Allegra...
