Saat Lori masuk ke dalam gedung itu, pikiran pertamanya hanyalah ingin segera membalas perbuatan Collins padanya. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan percetakan baru. "Ku pikir aku tak melihat mu lagi, Lori." Begitu kata-kata Andrew saat melihat Lori.
"Begini saja, beri aku tulisan menarik tentang William dan Alle. Aku sangat tahu bagaimana kau ingin membalas Collins." Lanjutnya. Lori hanya bisa tersenyum malu. Pada akhirnya ucapan Andrew benar, jika Collins bukan seorang jurnalis yang terpercaya.
"Aku benar-benar malu, sungguh, ku pikir Collins punya kecerdasan, ya kau tahu, terkadang kita harus buat kesalahan untuk tahu kebenaran."
Andrew tertawa, lalu berdiri untuk memeluk Lori. Lori tertawa dan akhirnya memeluk Andrew. "Kita memang perlu membuat kesalahan untuk benar-benar tahu jika kita pernah berbuat sesuatu." Tambah Andrew mengulangi.
Sejak hari itu juga, Lori mendapatkan semangatnya kembali. Orang-orang yang dulu pernah ia tinggalkan akhirnya kembali dalam satu tim nya lagi. Lori memang sejak awal pernah bekerja di tempat itu. Tapi perbedaan pendapat terkadang membuat ego bisa terluka, seperti Lori yang pernah terbujuk rayuan meninggalkan tempat nya bekerja karena Andrew terlalu ingin Lori mengulas berita tentang selebriti.
Lori baru saja keluar dari kantornya saat tak sengaja menabrak Nikolai. Nikolai adalah agen rahasia untuk berita pejabat dan orang penting di New York. Laki-laki sudah lama tak lagi bertemu dengan nya sejak hari pers itu. "Nikolai!" Seru Lori. Laki-laki itu salah tingkah saat Lori mememluknya spontan.
"Lori, kau terlihat sangat berbeda." Ucap Nikolai. "Mau pergi ke arah mana?"
"Tidak, aku berpikir untuk singgah ke seberang. Mau ikut dengan ku? Teh?"
Nikolai akhirnya setuju. Jadi di kafetaria itu Lori bersama Nikolai mulai bercengkrama.
"Harusnya aku belum kembali dari Chicago, tapi ku pikir aku harus ada bersama Ivana, dia akan melahirkan seminggu lagi."
"Aku sangat senang mendengarnya."
"Terima kasih."
"Aku kembali pada tempat ku yang lama. Kau tahu, aku dulu bekerja untuk Andrew. Dan sekarang aku kembali. Terimakasih untuk pengalaman, karena aku akhirnya berhenti dari si brengsek Collins. Dan sekarang dia memberiku tantangan baru. Kau tahu Andrew suka dengan berita tentang 'kepopuleran', seperti gosip, dan selebriti." Lori mulai bicara panjang lebar.
"Ya, aku mengenal Andrew. Dia pernah bekerja untuk salah satu teman ku, maksud ku dia meliput berita di Kenya."
"William dan Alle, maksud ku Andrew ingin aku mengulas itu. Sial, aku berhenti dari Collins karena dia terang-terangan menyerang reputasi Alle."
"Aku pernah bertemu dengan laki-laki itu."
"Oke, jadi aku belum tahu dimana laki-laki itu sebenarnya."
Nikolai diam sebentar. Menunggu sampai Lori bicara lagi. Lori menyesap minumnya, terus menatap mata Nikolai yang mulai tampak tajam. "Aku benar-benar ingin tahu, Alle adalah satu-satunya yang terdekat untuk ku." Jelas Lori.
"Kita selalu menjaga apa yang terdekat di hati."
"Nikolai ini adalah kesempatan ku untuk kembali."
Nikolai masih diam tak menanggapi sampai hidangan mereka habis. Lori sejujurnya ingin tahu, mungkin Nikolai bisa membantunya. "Lori aku tak bisa menolong, tapi mungkin seseorang bisa untuk itu. Biar ku beri kartunya, sebentar."
Lori membaca kartu yang diberikan Nikolai saat makan siang bersama tadi. "Semoga ini membantu." Gumam Lori seorang diri.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER MORNING COMES (END)
RomanceNOVEL DEWASA. 2018. Copy Right. Qeryana Grail. Fiksi. Indonesia. Musim dingin segara berakhir, dan Allegra harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mendapatkan uang. Mimpinya untuk bisa kembali tinggal bersama Ibunya harus terwujud, atau Allegra...
