Berbalas

5.6K 633 40
                                        

Gue down lagi gegara tugas")









.......















Taehyung tidak dapat mengerti apa yang terjadi pada dirinya.

Mulanya, ia hanya ingin melakukan penelitian kecil untuk membuktikan bagaimana perasaan Jungkook kepadanya sampai ia menyadari bahwa ia sudah bertindak terlalu jauh.

Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, tapi ia tidak dapat mengontrolnya. Dalam sekejap mata, emosinya mengambil alih ketika melihat Jungkook yang terus berusaha mengelak darinya. Ia bahkan tidak sadar jika ia hampir saja menyakiti Jungkook jika ia tidak dengan segera menyudahi ciumannya barusan. Itu bahkan tidak dapat ia sebut sebagai sebuah ciuman. Pada kenyataannya, Taehyung hanya berusaha melampiaskan hasrat yang selama ini terpendam pada Jungkook.

Ia tidak bermaksud untuk menyakiti pemuda tersebut.

Semuanya terjadi begitu saja.

"Maafkan aku..." Lirih Taehyung dengan wajah tertunduk.

"Maafkan aku... a-aku hanyaㅡ aku hanya ㅡaku... aku tidak tahu." Entah apa yang terjadi pada dirinya, tapi air mata itu jatuh begitu saja. Ada banyak perasaan yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata.

Jungkook tentu saja merasa bingung dengan perubahan sikap Taehyung. Namun, ia lebih terkejut lagi ketika mendengar isakan lirih dari yang lebih tua. Taehyung tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan ketika ia diterpa beribu masalah pun, Taehyung sama sekali tidak pernah goyah dan menunjukkan sisi lemahnya, tapi saat ini, dihadapannya, Jungkook jelas melihat punggung sosok yang biasa berdiri kokoh disampingnya kini merosot turun seperti kehilangan penopangnya.

"Maafkan aku..." Bagi Taehyung, rasanya tidak cukup hanya dengan mengucap kata maaf. Ia bersalah karena telah termakan oleh emosinya sendiri. Ia merasa bersalah karena membiarkan ego nya mengambil alih atas dasar sebuah ketakutan akan kehilangan.

Bayang-bayang ucapan Hoseok jelas berpengaruh besar pada dirinya sampai ia bertindak bodoh seperti tadi.

Taehyung hanya ingin menunjukkan betapa besar perasaannya pada Jungkook hingga ia bahkan rasanya tidak mampu jika harus ditinggalkan oleh sang pujaan.

"Hyung, ada apa?" Tanya Jungkook seraya menyejajarkan pandangan mata mereka. Ia menangkup pipi Taehyung agar wajah pria itu kembali menegak.

Taehyung bahkan tidak membalas tatapan mata Jungkook disaat pria itu selalu mengatakan untuk menatap lawan bicaranya.

"Maafkan ak-"

Cup

Kedua mata Taehyung membelalak saat Jungkook tiba-tiba saja mencium bibirnya berbanding terbalik dengan Jungkook dengan mata terpejamnya. Pemuda itu mencium Taehyung tanpa beban sama sekali. Padahal sebelumnya Taehyung baru saja berlaku hal yang sama dengan cara yang kasar.

Hanya saling menempel, tanpa lumatan, tapi efeknya begitu besar pada diri Taehyung.

"Sekarang sudah impas. Kau tidak perlu lagi meminta maaf." Jungkook berkata dengan santai, padahal wajahnya jelas menunjukkan hal yang sebaliknya. Terlihat dari bagaimana pipi gembil itu merona bagaikan buah tomat segar.

Taehyung masih melongo tidak percaya dengan mata berkedip lucu.

"Apaㅡ" Jungkook menoleh ketika mendengar Taehyung mengatakan sesuatu.

"ㅡapa artinya yang tadi itu!?"

Bukannya menjawab, Jungkook justru mengendikkan bahu kemudian bangkit dan berlari ke arah pintu. "Aku hanya meniru apa yang kau lakukan dan kurasa... harusnya kau mengerti maksudnya kan? Kim Bodoh Taehyung." Lalu menghilang diantara lorong tangga yang mengarah kembali ke toilet ruangan Taehyung.

Apa ini artinya perasaannya berbalas?




.
.
.
.
.
.
.
.
.
.








"Heyㅡ apa kau akan terus mengabaikanku seperti ini? Kau belum menjawab pertanyaanku, Jungkook."

"Apa sih!? Sana pergi, aku sedang masak. Nanti kalau masakannya gosong bagaimana!? Sana, jangan ganggu aku!!"

Sudah lebih dari sepuluh menit keadaannya seperti ini. Dengan Taehyung yang terus mengejar-ngejar Jungkook meminta penjelasan sementara Jungkook terus menghindar tanpa balasan yang berarti.

Sepulangnya Taehyung dari kantor sejak insiden saling cium di atap gedung dan berlanjut dengan Jungkook yang menghilang tanpa penjelasan siang tadi, Taehyung terus mengintili kemanapun Jungkook pergi. Bahkan saat Jungkook ke toilet sekalipun, hingga pria itu harus rela menerima jitakan sayang dari sang pemuda. Namun, hal itu tetap tidak membuatnya kapok. Taehyung malah semakin gencar. Ia tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan jawaban yang ia ingin dengar dari mulut Jungkook sendiri.

"Ayolah, Jungkook. Aku bukan peramal yang bisa mengetahui jawabanmu begitu saja. Aku butuh kejelasan." Taehyung mengekori Jungkook yang berniat menata makan malam di meja makan mereka.

"Harusnya aku yang bicara begitu, bodoh." Ketus Jungkook masih terus mengabaikan keberadaan Taehyung.

Gemas karena tak kunjung diperhatikan, akhirnya Taehyung terpaksa menggotong tubuh berisi Jungkook ke arah sofa. Membanting tubuhnya disana dengan tubuh Taehyung yang menindih di atasnya. Pria itu mengunci segala pergerakan Jungkook, mengukung pemuda bersurai hitam itu dibawahnya.

"Hyung, astagaㅡ"

"Akhirnya, kau menatapku juga, Jeon."

Jungkook bungkam menyadari posisi mereka saat ini. Untuk yang kesekian kalinya, jantungnya kembali bekerja secara berlebihan. Berpacu lebih cepat dari biasanya hingga rasanya Taehyung bisa saja mendengar detak jantungnya yang berdebar begitu kencang.

Rasanya ia menyesal karena terus mengabaikan Taehyung sebelumnya.

"Sekarang kau tidak bisa lari dariku." Taehyung menyeringai penuh kemenangan.

Jungkook bergidik ngeri. "Hyung!! Cepat menyingkir!! Apa kau tidak lapar, huh? Ini sudah waktunya makan malam."

"Tidak sampai kau menjawab pertanyaanku." Beginilah Taehyung, dengan sikap keras kepalanya.

Jungkook berdecak kesal. "Bodoh."

"Eohㅡ lihat, kau mengataiku bodoh lagi. Aku ini lebih tua darimu, bocah."

"Lebih tua, apanya. Sekarang lihat siapa yang bersikap kekanakan, dasar tidak peka!!" Kesal Jungkook.

"Satu ciuman untuk satu umpatan."

Blush

Apa-apaan!?

"Yak!! Peraturan macam apa itu!?" Taehyung mengangkat bahu tak acuh.

"Kenapa? Lagipula kau menikmatinya, bukan? Berciuman denganku?" Goda Taehyung seraya menaikkan kedua alisnya bergantian.

Sungguh, Jungkook merasa seperti kepiting rebus.

"Kau pasti gilaㅡ"

Cup

Taehyung benar-benar menciumnya.

"Kurasa aku sudah mendapatkan jawabannya. Aku lapar. Ayo, kita makan."

TBC

Gaje ye kan??

Mian, ku sedang hectic sama tugas akhir semester ")

Maaf juga, mingdep ku UAS jadi gayakin bisa up lagi apa ga"(

Maaf

Oh iya soal 10 chap tanpa vkook?? Kalian keberatan ya?? Ya udah nanti kucoba rombak lagi ya chap depannya")

Agak lama kemungkinan")

Vomment lah kuy
💜💜

Between Us (Vkook) END #Wattys2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang