"Lalu apa!?"
BRAK
Suara dentuman keras itu sampai ke telinga Jungkook yang kala itu tengah duduk manis menunggu pesanannya datang. Jungkook terkesiap hingga terlonjak dari kursinya. Beruntung kursi yang ia duduki memiliki alas empuk seperti sofa di rumah mereka ㅡTaehyung dan Jungkook.
Ingin rasanya ia memaki siapapun yang membuat keributan di dalam restoran tersebut. Pun ia hendak berbalik mengarah pada sumber suara sampai suara seseorang menginterupsi.
"Ada apa?"
Taehyung datang dengan nampan penuh makanan cepat saji di tangannya. Memandang tak acuh ke arah Jungkook dan lebih memilih menata pesanan mereka di atas meja.
Seperti mendapat serangan beruntun, suara Taehyung terasa sama mengejutkannya di telinga Jungkook hingga membuat pemuda itu lagi-lagi harus mengelus dada. Setidaknya ia merasa bersyukur karena tidak pernah mengidap penyakit jantung.
"Rasanya jantungku berhenti berdetak barusan." Keluh Jungkook sembari mengelus dada. Mengurungkan niatnya untuk berbalik dan berteriak kepada siapapun tersangka pemukul meja tersebut kemudian memfokuskan diri pada Taehyung.
"Kau tidak akan mati hanya karena melewati waktu makan siangmu, Jeon." Sahut Taehyung yang baru saja mendudukkan diri berhadapan dengan Jungkook.
Jungkook berdecih mendengar penuturan yang lebih tua, tapi tidak menghentikan keluhannya soal semua hal mengejutkan barusan.
"Jangan dihiraukan. Anggap saja kau tidak dengar. Jangan campuri urusan orang lain, Jungkook." Taehyung menasehati. Ia mengambil satu bungkus burger keju pesanan Jungkook dan menyodorkannya langsung ke mulut Jungkook.
Jungkook yang ingin membalas perkataan Taehyung itupun akhirnya tersedak akibat perbuatan Taehyung. Dengan terpaksa memakan satu gigitan roti isi tersebut hingga mulutnya penuh. Perlu beberapa detik baginya untuk mengunyah habis makanan tersebut dibantu dengan minuman bersoda yang kini berada dalam genggaman.
"Uhuk.. uhuk... Yang barusan itu bisa membuatku mati, tahu!" Protes Jungkook seraya memukuli dadanya.
Bukannya merasa bersalah, Taehyung justru tertawa puas. Merasa gemas melihat wajah Jungkook yang terlihat lucu di matanya. Apalagi dengan bibirnya yang dimajukan beberapa senti serta pelupuk matanya yang berair.
"Tertawa saja terus." Jungkook merajuk dengan kedua tangan melipat di depan dada. Mendengus kemudian membuang muka.
"Ok. Ok, maafkan aku." Taehyung menggoyang-goyangkan burger milik Jungkook di tangannya. Hendak menarik perhatian Jungkook kembali menggunakan makanan kesukaannya.
Meskipun Jungkook berusaha keras untuk mempertahankan rajukannya, ia tidak bisa berbohong kalau burger itu terlihat lebih menggiurkan. Ditambah lagi cacing-cacing di perutnya tengah bersorak meminta makanan. Detik berikutnya hal yang sangat memalukan terjadi. Di tengah kesunyian mereka, tiba-tiba saja perut Jungkook berbunyi tanda lapar. Suaranya seperti menggeram dan hal itu sukses membuat semburat merah muncul di pipi yang lebih muda. Sedangkan yang lebih tua berusaha menahan tawanya.
"Masih mau menolak?" Taehyung berkata dengan senyum jahil di wajahnya.
Tanpa membalas perkataan Taehyung, Jungkook langsung saja merampas burger itu dari tangan Taehyung. Memberikan satu gigitan besar yang membuat pipinya menggembung lucu.
"Pelan-pelan saja." Ujar Taehyung sembari mengelap sisa saus di sudut bibir Jungkook dengan ibu jarinya.
Perlakuan Taehyung itu lantas membuat pipi Jungkook memanas. Merambat ke telinga hingga warna kulitnya berubah merah padam.
"Pipimu jadi sering memerah ya, Jeon." Goda Taehyung saat menyadari Jungkook yang nampak tersipu.
Jungkook kemudian berdeham pelan. Diam-diam menyumpahi ketidakmampuannya menahan diri tiap kali mendapat perlakuan manis Taehyung. Mengusap sudut bibirnya setelah ibu jari Taehyung bergerak menjauh lalu berkata, "Kau tidak makan?"
Jungkook hanya ingin mengalihkan topik pembicaraan mereka. Beruntung ekor matanya secara kebetulan melihat ke arah meja yang diatasnya hanya terdapat satu bungkus kentang goreng dan dua gelas tinggi minuman bersoda pesanan mereka.
Taehyung melihat ke arah pandangan Jungkook lalu menggeleng sebagai jawaban seraya berkata, "Melihatmu makan dengan lahap saja itu sudah cukup membuat perutku terasa penuh."
Ini bukan saat yang tepat untuk terharu dengan ucapan konyol Taehyung, benar?
Jungkook menggeram marah. Meletakkan burger keju kesukaannya begitu saja di atas meja lalu bergerak maju untuk kemudian melayangkan satu pukulan di kepala Taehyung sadis.
"Kepala batu. Makan. Atau akuㅡ"
Cup
Jungkook membatu sementara Taehyung hanya menunjukkan senyuman khasnya. Persis seperti orang yang tidak bersalah.
Taehyung baru saja menciumnya. Sebuah kecupan singkat. Tepat di bibir Jungkook.
"Hhm.. Yang tadi itu enak sekali. Aku sudah kenyang sekarang." Kata Taehyung dengan santainya seolah tidak terjadi apapun.
Kedua mata Jungkook berkedip lucu. Posisinya masih mengambang di atas meja sementara Taehyung telah kembali menyandarkan diri di punggung kursi. Otak Jungkook masih belum dapat mencerna apa yang baru saja terjadi padanya.
Taehyung... menciumnya!?
TBC
Hayo tebak itu first kiss bukan?? 😏😏😏😏😏
HARI INI PENGUMUMAN SBMPTN GENKZ!!!
BISMILLAH!!!
Vomment kuy
👇👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
