Ga jadi bolos dong
Seneng ga??
Kalo ga juga rapopo hehehe
^^^^^
"Apa kau yakin informasi itu benar, Hyung?"
"Apa aku pernah mengecewakanmu? Kau memercayaiku untuk menyelidiki hal ini bukan karena kita baru mengenal satu atau dua tahun, Kim."
Taehyung mengepalkan kedua tangannya hingga ruas jarinya memutih.
"Aku tahu, tapiㅡ"
Ceklek
Taehyung mendengar suara pintu rumahnya terbuka. Tubuhnya menegang seketika. Ia dapat mengira kalau Jungkook telah pulang.
"Hyung, Kita lanjutkan ini nanti. Tolong kirimkan semua datanya ke emailkuㅡ"
"Ahㅡ Kau sudah bangun, Hyung?"
Taehyung langsung meletakkan gagang telepon itu kembali ke tempatnya. Tidak peduli meski diujung sana Hoseok berteriak heran memanggil namanya. Ia terpaksa memutus telepon tersebut secara sepihak. Tidak ingin Jungkook mendengar semua percakapannya dengan detektif bernama Hoseok tersebut.
"I-iya. Ka-kau sudah pulang?"
Jungkook menatap Taehyung curiga. Gelagat pria itu terlihat aneh di matanya. Terlalu kaku dan gugup. Tidak seperti biasanya. Seperti ada yang ditutupi olehnya.
"Menurutmu, yang ada di hadapanmu ini siapa? Hantu?" Tapi kemudian Jungkook tetap melangkah melewati Taehyung dengan tak acuh. Dalam hati merutuki beratnya barang belanjaan yang dibawanya.
Taehyung meringis mendengar ucapan ketus Jungkook, tapi tetap mengekori pemuda itu menuju dapur.
Sesampainya di dapur, Taehyung hanya memerhatikan Jungkook yang sibuk mengeluarkan segala jenis makanan dari kantung. Menatanya di meja dan meletakkan beberapa bungkus makanan berbahan pengawet ke dalam lemari pendingin.
"Aaahh punggungku rasanya mau patah." Jungkook meregangkan tubuhnya. Mengangkat kedua tangan ke atas.
Jungkook sedikit melirik ke arah Taehyung yang masih diam memerhatikannya. Ia melihat Taehyung memberikan pandangan yang berbeda dari biasanya. Bagaimana ia harus mendeskripsikannya?
Pancaran mata itu, pandangan itu. Jungkook melihat kesedihan di dalamnya.
Ada apa?
"Hyung, ada apa denganㅡ"
"Lapar."
Jungkook melongo. Tidak menduga sama sekali kalau kata-kata itu yang justru keluar dari mulut sang pria.
"Kau pergi terlalu lama, Jungkook. Aku sangat lapar. Masakkan aku sesuatu."
Jungkook menatap Taehyung tak percaya. Merasa jengkel dengan sikap Taehyung yang kelewat menyebalkan. Ia susah-susah menenteng kantung-kantung berat itu seorang diri dari supermarket yang jaraknya setengah kilometer dari rumah mereka dan Taehyung dengan seenak jidat menyuruh Jungkook memasak setelah semua rasa lelah yang harus ditanggungnya sendiri.
Enak saja.
"Aku bukan pembantumu. Masak sendiri. Aku lelah." Jungkook melengos pergi melewati Taehyung dan menuju ruang tamu mereka. Merebahkan diri di atas sofa yang empuk.
Dibalik kata-kata nyeleneh-nya barusan, Taehyung bersyukur dalam hati karena berhasil mengalihkan perhatian Jungkook. Ia tahu tadi Jungkook melihat gelagatnya yang aneh.
Harusnya Taehyung tidak boleh melakukannya, tapi untuk sementara. Untuk sementara Taehyung akan tetap diam dan menyimpan semuanya sendiri.
Semua yang ia dengar dari Hoseok mengenai Jungkook.
"Ayolah. Aku lapar. Kau tahu aku pernah hampir membakar rumahku sendiri saat bermain di dapur, Jungkook." Taehyung menyusul Jungkook ke ruang tamu. Merengek layaknya anak kecil yang meminta makan pada ibunya.
Jungkook membuang napas kasar. Membuka kedua matanya hanya untuk mendapati sosok Taehyung yang berdiri di samping sofa dengan wajah memelas. Terlihat beribu kali lebih menyebalkan di mata Jungkook.
"Janji akan memakan apapun yang aku masak?" Taehyung mengangguk cepat. Terlihat begitu semangat.
Jungkook mendengus, tapi kemudian beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur.
"Duduk dan tunggu hingga aku selesai."
Taehyung mengangguk patuh persis seperti anjing peliharaan.
.
.
.
.
.
"Makanannya sudah si-"
Jungkook tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat ruang tamu kosong. Seingatnya, dua puluh menit yang lalu ada yang mengangguk mengiyakan perkataannya untuk menunggu disini.
"Kemana perginya orang itu?" Jungkook berdecak sebal. Merutuki sifat Taehyung yang sering bertindak sesuka hati.
Jika sudah begini, Jungkook akan mencari Taehyung di setiap sudut rumah dan memarahinya habis-habisan saat menemukan pria menyebalkan itu.
"Kau yang memintanya, Kim."
Jungkook berlari menaiki anak tangga. Tidak peduli meski ia menciptakan suara bising sepanjang langkahnya.
Sesampainya di kamar Taehyung, Pemuda itu langsung menerobos masuk. Mengabaikan sopan santun yang selalu dikatakan Taehyung padanya.
"Yak!! Kan sudah kubiㅡ" Hanya untuk kembali terdiam saat tidak mendapati sosok yang dicarinya di dalam. Kamar Taehyung kosong. Tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan Taehyung. Bahkan di kamar mandinya sekalipun.
"Jangan bilang dia masih mengurus pekerjaannya."
Tanpa pikir panjang, Jungkook langsung memutar tubuh. Melangkah menuju ruangan lainnya lantai dua rumah ini yang akan Taehyung singgahi selain kamarnya, yaitu ruang kerjanya.
Jangan bertanya mengapa Taehyung bahkan memiliki ruang kerjanya sendiri di rumah. Ingatkan? Pria itu gila kerja.
Nah, Kalau ruangan yang satu ini, Jungkook tidak berani bersikap seperti tadi ㅡMenerobos masuk tanpa permisi. Karena ia tahu Taehyung pasti sibuk mengurus perihal perusahaannya di dalam dan Jungkook tidak berhak mengganggu yang satu itu.
Tok
Tok
Tok
"Hyung, Ini aku." Jungkook berusaha bersuara selembut mungkin. Ia masih mengingat tujuan awalnya untuk memarahi Taehyung karena tidak menuruti perintahnya.
Berselang beberapa detik dan Jungkook tidak kunjung mendapatkan jawaban.
"Hyung, makananmu sudah siap." Hasilnya tetap sama.
Kalau sudah begini, Jungkook terpaksa masuk meski tanpa izin sang empunya. Taehyung tidak akan ingat waktu jika sudah berkutat dengan berkas-berkas menumpuk itu.
Ceklek
"Sudah waktunya maㅡ"
"Aku tahu, Hyung. Aku tahu. Tapi, aku tidak mungkin mengatakannya pada Jungkook sekarang. Aku tidak mau diaㅡ"
"Mengatakan apa?"
Dan Taehyung sukses membeku saat melihat kehadiran Jungkook di ruangannya.
TBC
Hhmm... Seperti ada yang aneh??
Yasudahlah
Vomment ya
🙏🙏👇👇👇💕💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
